Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Tugu Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menyampaikan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke DIY pada September 2025 masih cukup tinggi, meski ada sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu.
Humas Asita DIY, Iwan Sulistyanto mengatakan tingginya aktivitas Wisman di DIY bulan lalu sejalan dengan tren pariwisata yang terus berkembang di DIY. Bulan September kerap menjadi periode yang ramai kunjungan Wisman karena ada kombinasi beberapa faktor.
Antara lain jadwal liburan internasional, kemudahan akses penerbangan langsung, beragam promosi destinasi, dan paket wisata yang menarik minat wisatawan mancanegara.
Menurutnya jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada beberapa dinamika yang mempengaruhi pergerakan wisatawan, termasuk preferensi destinasi, agenda perjalanan, dan program promosi dari berbagai pihak.
"Faktor-faktor ini turut membentuk pola kunjungan, sehingga meskipun ada penurunan, DIY tetap menjadi tujuan menarik bagi wisatawan mancanegara," ucapnya, Sabtu (4/10/2025).
Kemudian memasuki Oktober 2025, kata Iwan, biasanya kunjungan mulai menyesuaikan dengan musim, agenda perjalanan, dan momentum liburan di berbagai negara.
Pola ini menunjukkan fluktuasi yang wajar dan alami, namun DIY tetap menawarkan daya tarik yang konsisten melalui keunikan budaya, seni, kuliner, serta destinasi wisata yang terus dikembangkan.
"Secara data [penurunan] belum bisa kasih gambaran karena musim panas sudah mulai berganti."
Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) DIY jumlah kunjungan Wisman pada Agustus 2025 mencapai 12.554 kunjungan. Meningkat 10,88% dibanding Juli 2025 secara bulanan (month-to-month/mtm) dan naik signifikan 23,86% dibanding Agustus 2024 (year-on-year/yoy).
Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono mengatakan secara kumulatif Januari–Agustus 2025, jumlah kunjungan Wisman tercatat menurun 7,36% dibanding periode yang sama 2024.
Dari sisi kebangsaan, tiga besar Wisman yang berkunjung ke DIY didominasi oleh Malaysia sebanyak 4.825 kunjungan 38,43% dengan pertumbuhan bulanan 35%, disusul Italia sebanyak 1.073 kunjungan 8,55% dengan pertumbuhan sangat tinggi sebesar 200,56%.
"Serta Singapura sebanyak 1.035 kunjungan 8,24% yang naik 31,35% secara bulanan," tuturnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.