Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Foto ilustrasi pedagang kaki lima makanan Indonesia. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sektor industri makanan kini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan investasi Kota Jogja. Dengan realisasi mencapai Rp15,76 miliar pada triwulan ketiga 2025, sektor ini ikut menyumbang penyerapan ratusan tenaga kerja baru di daerah wisata dan kawasan kampus.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jogja, industri makanan menempati posisi keempat dalam daftar lima besar investasi yang masuk pada triwulan ketiga tahun 2025.
Kepala DPMPTSP Kota Jogja, Budi Santosa, menyampaikan realisasi investasi pada sektor industri makanan mencapai Rp15,76 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp6 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp9,6 miliar.
“Industri makanan memang menjadi turunan dari sektor hotel dan restoran yang merupakan penyumbang investasi tertinggi di Kota Jogja,” katanya, Senin (10/11/2025).
Secara keseluruhan, DPMPTSP Kota Jogja mencatat total tambahan realisasi investasi hingga triwulan ketiga 2025 mencapai Rp269 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari PMDN mencapai Rp225,09 miliar dan PMA mencapai Rp43,96 miliar. Angka tersebut menunjukkan tren positif pertumbuhan investasi di berbagai sektor, terutama pariwisata, kuliner, dan industri pendukungnya.
“Sebagian besar [investasi yang masuk ke Kota Jogja] merupakan investasi dalam negeri, karena porsi PMA masih kecil, hanya sekitar 16,3% dari total investasi kita,” katanya.
Menurut Budi, sebagian besar investasi sektor makanan di Kota Jogja berbentuk usaha restoran, kafe, dan bisnis kuliner baru yang banyak bermunculan di sekitar kampus serta kawasan wisata.
“Kalau UMKM lebih banyak di bidang food and beverage [F&B]. Pembukaan resto dan kafe baru cukup tinggi, terutama di kawasan wisata dan dekat kampus,” katanya.
Dari sektor-sektor investasi yang tercatat, total ada 517 orang tenaga kerja baru yang terserap hingga triwulan ketiga 2025.
“Angka itu merupakan tambahan dari tenaga kerja yang sudah tercatat sebelumnya, dan menunjukkan bahwa investasi juga berkontribusi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Jogja,” katanya.
Budi menambahkan, meski rincian pajak belum terperinci, peningkatan investasi diyakini turut memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jogja tahun ini. Menurutnya, sektor hotel dan restoran yang masuk dalam kategori pajak daerah dipastikan memberi dampak positif terhadap pendapatan Kota Jogja.
“Kami berharap iklim investasi di Kota Jogja akan terus tumbuh dan berkembang, terutama dengan penguatan sektor UMKM. Potensi kuliner, pariwisata, dan industri kreatif menjadi andalan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kota,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.