PB PGRI Setuju Dana Pendidikan Tak Lagi Biayai Program MBG
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Ilustrasi Perumahan. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menyebut harga properti di kisaran Rp500 juta ke bawah menurun akibat lesunya permintaan. Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, mengatakan segmen ini merupakan penyumbang terbesar, sekitar 40% pangsa pasar properti.
“Ini pasar paling besar. Kesimpulannya masyarakat menengah ke bawah terpukul sekali daya belinya sejak awal tahun,” ujar Ilham, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Ilham, penurunan penjualan properti di bawah Rp500 juta mencapai sekitar 50%, sementara harga properti Rp600 juta hingga Rp1 miliar justru naik sekitar 10%-15%. Penurunan harga untuk properti Rp500 juta ke bawah bervariasi 20%-30%, sebagai strategi developer agar tetap terserap pasar.
Faktor lain yang menahan serapan properti adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, di mana sebagian masyarakat terjebak Pinjaman Online (Pinjol), serta kemampuan membayar angsuran bulanan menurun akibat daya beli yang lesu. “Developer merespons dengan menurunkan harga agar bisa terserap,” jelasnya.
Ilham menaruh harapan pada langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meningkatkan daya beli, termasuk melalui suntikan Rp200 triliun di lima bank milik negara (Himbara). Ia berharap langkah itu bisa menggerakkan sektor riil dan mendorong masyarakat kembali berbelanja.
Mengenai Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), Ilham menilai insentif ini lebih berdampak pada kelas menengah ke atas yang membeli properti untuk hunian sekaligus investasi. Sementara masyarakat menengah ke bawah membeli properti murni untuk hunian.
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) menunjukkan harga properti residensial di pasar primer triwulan III 2025 tumbuh terbatas, tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang naik 0,84% yoy, sedikit lebih rendah dibanding triwulan II 2025 (0,90% yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menambahkan, penjualan unit properti residensial tipe menengah dan besar masih belum kuat, meski penjualan properti tipe kecil relatif positif. Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer mengalami kontraksi 1,29% yoy, membaik dibanding triwulan sebelumnya (-3,80% yoy).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Karhutla di kawasan Gunung Bromo berdampak pada 899,35 hektare. Tim gabungan mengerahkan dua helikopter untuk water bombing.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.