Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Untung Budiharto ketika menjabat sebagai Sekretaris Utama BNPT./ dok. tangkapan layar Youtube Humas BNPT
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) resmi mengangkat Untung Budiharto eks Pangdam Jaya, sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (15/12/2025), menggantikan Achmad Ardianto.
Untung Budiharto saat ini tercatat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sejak 8 Juni 2023. Berdasarkan informasi resmi perusahaan, ia lahir di Tegal pada 26 April 1965.
Sebelum berkiprah di dunia korporasi, Untung Budiharto memiliki latar belakang panjang di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD).
Selama masa pengabdiannya, ia menempati berbagai posisi strategis yang berkaitan dengan operasi dan pengelolaan organisasi berskala besar.
Sejumlah jabatan yang pernah diemban antara lain Komandan Resor Militer Bangka Belitung, perwira di Staf Operasi TNI AD, Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat, hingga Panglima Kodam Jaya.
Untung Budiharto juga pernah menjabat sebagai Direktur Operasi Badan SAR Nasional serta Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sebelum akhirnya dipercaya menempati posisi komisaris di Transjakarta.
Baca Juga: Tok! RUPSLB Antam (ANTM) Angkat Untung Budiharto Jadi Direktur Utama
Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya, mengatakan RUPSLB Antam telah memberhentikan dengan hormat Achmad Ardianto.
“Rapat memberhentikan dengan hormat Achmad Ardianto yang kemudian digantikan oleh Untung Budiharto,” ucap Dewa di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Selain Direktur Utama, RUPSLB Antam juga menunjuk Irwandy Arif sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen perseroan. Irwandy Arif dipilih untuk menggantikan Rauf Purnama yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama.
Antam sebelumnya melakukan perubahan susunan direksi dalam RUPST yang digelar pada Kamis (12/6/2025). Dalam rapat tersebut, perseroan mengangkat Achmad Ardianto sebagai Direktur Utama, menggantikan Nicolas D. Kanter.
Achmad Ardianto, yang akrab disapa Didi, merupakan figur internal Antam. Sebelum menduduki jabatan Direktur Utama, ia menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia sejak 15 Juni 2023 berdasarkan keputusan RUPST 2022.
Berikut susunan komisaris dan direksi Antam terbaru:
Direksi
• Direktur Utama: Untung Budiharto
• Direktur Operasi dan Produksi: Hartono
• Direktur Pengembangan Usaha: I Dewa Wirantaya
• Direktur Komersial: Handi Sutanto
• Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arianto Sabtonugroho Rudjito
• Direktur Sumber Daya Manusia: Ratih Amri
Dewan Komisaris
• Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Irwandy Arif
• Komisaris: Elen Setiadi
• Komisaris Independen: Ridwan
• Komisaris: Rudy Sufahriadi
• Komisaris: M. Rudy Salahuddin Ramto
• Komisaris Independen: Pius Lustrilanang
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Harianjogja.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
AI Overviews Google keliru menyebut kamera Flock Safety mengandung emas hingga Rp12,5 juta. Studi juga menemukan banyak jawaban AI tak akurat.
Kejagung memeriksa pihak Bank Indonesia dalam kasus Febrie Adriansyah untuk mendalami SOP dan mekanisme operasional money changer.
Rencana Depo Nirmala Bantul menjadi TPS 3R masih terkendala persetujuan warga Padokan Kidul. DPRD meminta sosialisasi dan SOP.
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
Z Jerman siap mendukung program PLTS 100 GW Indonesia, tetapi menilai sistem kelistrikan dan SDM perlu diperkuat.