MBG SMKN 2 Jogja Dihentikan Usai 413 Warga Sekolah Diduga Keracunan
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyampaikan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 secara traffic sudah bagus, keberadaan tol memudahkan akses keluar masuk DIY.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji mengatakan traffic yang bagus ini belum diimbangi dengan value product pariwisata DIY yang kuat, agar bisa menahan wisatawan tinggal lebih lama di 5 kabupaten/kota. Selain itu, menurutnya kebanyakan wisatawan masih menginap di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman.
Ia juga menyebut okupansi hotel belum sampai penuh, masih di kisaran 70%-80% saja. Bobby menduga hal ini terjadi karena masih banyak akomodasi seperti villa hingga homestay ilegal yang tidak tercatat dan terdeteksi secara perizinan.
"Kalau secara traffic lebih banyak dibanding tahun lalu, namun secara ekonomi kami sedang menunggu data Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Dinas Pariwisata DIY," ucapnya, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya faktor pendorong tingginya traffic wisatawan di momen Nataru tahun ini adalah libur yang cukup panjang, perekonomian yang mulai stabil, kemudahan akses tol, dan adanya destinasi-destinasi wisata baru yang cukup menarik. Dia mengatakan secara bujet, liburan di DIY juga lebih terjangkau.
Lebih lanjut dia mengatakan, belanja wisatawan untuk untuk destinasi, kuliner dan makan minum, hingga UMKM sudah sesuai dengan harapan. Namun Bobby menduga akomodasi dan transportasi lokal belum sesuai harapan.
"Dikarenakan akomodasi sekitar Jogja, homestay, serta kos exclusive harian yang mungkin membuat kompetisi semakin ketat, serta sebagian besar wisatawan menggunakan transportasi pribadi," jelasnya.
Ia menyarankan agar kegiatan pariwisata semakin maksimal, yang perlu diperbaiki adalah kualitas produk dan layanan, agar bisa menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan.
"Mampu memberikan experience based dan mampu menahan wisatawan untuk stay lebih lama di Jogja," lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan tingkat okupansi hotel di DIY belum merata, kepadatan wisatawan masih terpusat di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Menurutnya okupansi yang bisa mencapai 90% hanya di hotel di sekitar Malioboro atau wilayah tengah kota.
Sementara untuk wilayah di luar pusat kota, ia menyebut tingkat okupansi berkisar 60%–80%, itu pun dengan tren yang tidak konsisten. Deddy mencatat adanya fluktuasi tajam pada periode tertentu.
"Pada 30 Desember kemarin justru terjadi penurunan cukup signifikan, rata-rata hanya sekitar 40%," ucapnya.
Deddy menyayangkan menjamurnya penginapan non-hotel seperti homestay, villa, hingga kos harian yang mudah diakses secara daring, sehingga menekan okupansi hotel resmi sekitar 10%-15% dari pasar yang seharusnya menjadi target hotel.
"Kalau ini dibiarkan, ini menjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kota dan kabupaten. Dalam jangka panjang bisa berdampak negatif bagi destinasi," kata Deddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.