BPS Jelaskan Arti Desil 1-10 dalam DTSEN, Ini Kriterianya
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Logo Meta. Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Arah bisnis raksasa teknologi global mulai berubah seiring evaluasi pasar teknologi imersif, setelah Meta, perusahaan induk Facebook, memangkas lebih dari seribu karyawan di divisi Reality Labs dan mengalihkan fokus dari bisnis metaverse menuju pengembangan perangkat wearables.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut berdampak pada sekitar 10% dari total tenaga kerja di unit bisnis yang bertanggung jawab atas pengembangan produk Extended Reality (XR). Langkah ini mulai diterapkan sejak pekan ini.
Melansir Mashable, Rabu (14/1/2026), kebijakan efisiensi itu mencakup penutupan sejumlah studio pengembangan gim Virtual Reality (VR) terkemuka di bawah naungan Meta.
Studio yang terdampak antara lain Sanzaru, Twisted Pixel, dan Armature. Keputusan ini diambil di tengah upaya efisiensi dan perubahan prioritas bisnis perusahaan.
Juru bicara Meta, Tracy Clayton, mengonfirmasi langkah tersebut sebagai bagian dari realokasi sumber daya perusahaan.
"Kami mengatakan bulan lalu bahwa kami mengalihkan sebagian investasi kami dari Metaverse menuju Wearables [perangkat portabel],” ujar Clayton dalam keterangannya kepada The Verge.
Penghematan yang dihasilkan dari kebijakan ini akan dialihkan untuk mendukung pertumbuhan segmen lain yang dinilai lebih potensial.
Pergeseran fokus ini sejalan dengan memo internal Chief Technology Officer (CTO) Meta, Andrew Bosworth. Dalam memo tersebut, Bosworth menyebut perusahaan akan memusatkan kembali pengembangan metaverse ke arah produk lain, khususnya perangkat wearables.
Kebijakan ini mengindikasikan Meta mengurangi ketergantungan pada perangkat keras VR murni seperti Meta Quest 3. Sebaliknya, perusahaan akan lebih agresif mengembangkan produk kacamata pintar Ray-Ban Display yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) dan Augmented Reality (AR).
Keputusan bisnis tersebut didorong oleh performa pasar lini kacamata pintar yang melampaui ekspektasi. Produk Ray-Ban milik Meta dilaporkan berhasil mencuri perhatian pasar dan mengungguli popularitas headset VR dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, sebelumnya diberitakan bahwa penjualan Ray-Ban Meta sempat ditunda akibat lonjakan permintaan. Merespons tren tersebut, Meta disebut berencana menggandakan kapasitas produksi kacamata pintar berbasis AI pada akhir 2026.
Dari sisi finansial, divisi Reality Labs memang berada di bawah tekanan berat. Data Engadget mencatat divisi ini membukukan kerugian lebih dari US$70 miliar atau sekitar Rp1.180 triliun sejak 2021.
Meski demikian, Bosworth menegaskan Meta tidak sepenuhnya meninggalkan konsep metaverse. Perusahaan hanya mengubah strategi, di mana metaverse tidak lagi berfokus pada VR. Ke depan, pengembangan metaverse akan diarahkan pada platform perangkat seluler.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Film "Operasi Pesta Copet" tayang hari ini. Debut sutradara Edy Khemod dengan Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, dan Zulfa Maharani. Simak sinopsis dan daftar pe
Google rilis Gemini 3.5 Transcribe, AI speech-to-text 70% lebih cepat dari Chirp 3. Bisa hilangkan kata pengisi, support 85 bahasa, dan sudah di Gboard Pixel 11
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Yamaha YZF-R2 meluncur di India dengan tiga varian. Harganya mulai Rp42,8 juta dan bobotnya 2,8 kg lebih ringan dari R15.
Jadwal bola malam ini 27-28 Agustus 2026 menghadirkan Chelsea, Barcelona, serta laga kualifikasi Liga Europa dan Conference League.