Kejagung Periksa 3 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di wilayah Rokan, Riau, berdampak signifikan terhadap sektor energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan peristiwa tersebut menyebabkan hilangnya potensi produksi minyak sekitar 2 juta barel pada awal 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. Ia menyebut kebocoran pipa gas di Sumatra sebagai musibah yang berdampak langsung pada kinerja produksi minyak nasional.
“Kami laporkan bahwa kami di awal tahun ini mengalami musibah kecil di Sumatra. Pipa kami bocor, sehingga potensi kehilangan sekitar 2 juta barel di awal tahun,” ujar Bahlil.
Meski menyebut insiden tersebut sebagai kecelakaan, Bahlil menegaskan bahwa ledakan pipa gas tetap merupakan kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, Kementerian ESDM akan mengambil langkah tegas berupa pemberian sanksi.
“Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait,” ucap Bahlil.
Ledakan pipa gas PT TGI pertama kali terjadi pada Jumat (2/1) dan memicu kebakaran hebat di wilayah Indragiri Hilir, Riau. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, tiga unit kendaraan serta sejumlah bangunan juga dilaporkan terbakar.
Insiden serupa kembali terjadi pada Jumat (9/1) dini hari. Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hulu (Inhu), AKBP Fahrian Saleh Siregar, menyampaikan bahwa ledakan pipa gas kembali terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa pemulihan aliran gas di Rokan menjadi perhatian serius Menteri ESDM. Menurutnya, aliran gas kini telah kembali berjalan secara bertahap.
“Sudah mulai mengalir dari beberapa hari yang lalu, tapi alirannya kami tambahkan secara bertahap. Tidak langsung maksimal, kami tahan alirannya. Sudah dua kali meledak, jadi kami jaga alirannya,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/1).
Laode menjelaskan, penahanan aliran gas tidak dapat dilakukan terlalu lama karena berpengaruh langsung terhadap produksi minyak nasional. Pada 2026, Kementerian ESDM menargetkan lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari, atau meningkat 5 ribu barel per hari dibandingkan target 2025.
Untuk mengejar target tersebut, Kementerian ESDM ditugaskan menambah produksi sekitar 5 ribu hingga 6 ribu barel per hari guna menutup kehilangan produksi minyak akibat ledakan pipa gas PT TGI. Seiring pemulihan aliran gas yang terus dilakukan secara bertahap, produksi minyak di wilayah Rokan diperkirakan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.