DIY Usulkan 6 Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Iduladha 2026
DIY usulkan 6 sapi kurban bantuan Presiden Prabowo. Stok hewan kurban dipastikan aman jelang Iduladha 2026.
Tenaga Kerja. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren membaik pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,3%, atau berkurang 0,16 poin dibanding Agustus 2025 yang sebesar 3,46%.
Dari total 3,06 juta penduduk usia kerja, sebanyak 2,28 juta orang atau 74,48% masuk kategori angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,2 juta orang telah bekerja, sementara 75.030 orang masih menganggur.
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 74,48%, turun tipis dari periode sebelumnya 74,74%.
Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki mencapai 82,62% meski sedikit menurun dari 83,90%. Sebaliknya, partisipasi perempuan naik menjadi 66,64% dari sebelumnya 65,91%.
“Partisipasi perempuan meningkat dalam tiga bulan terakhir, sementara laki-laki sedikit menurun,” ujarnya.
Pertanian Masih Dominan
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 19,71%. Disusul perdagangan sebesar 18,55% dan industri pengolahan 16,42%.
Selama periode Agustus–November 2025, peningkatan tenaga kerja terutama terjadi di sektor pertanian seiring masuknya masa tanam awal musim penghujan. Selain itu, sektor administrasi pemerintahan dan pendidikan juga mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja, didorong pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Sebaliknya, sektor industri pengolahan mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja,” kata Endang.
Tren Pekerja Formal Menguat
Dari sisi status pekerjaan, buruh/karyawan/pegawai mendominasi dengan proporsi 43,73%. Pekerja sektor formal tercatat 47,55%, meningkat dibanding Agustus 2025 sebesar 46,03%.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran ke arah pekerjaan yang lebih formal dan relatif stabil.
Dilihat dari jam kerja, mayoritas pekerja merupakan pekerja penuh dengan proporsi 71,66%, naik 4,25 poin dalam tiga bulan terakhir. Sementara pekerja paruh waktu 23,76% dan setengah penganggur 4,57%.
“Kondisi ini mengindikasikan perbaikan kualitas kesempatan kerja, ditandai semakin banyaknya pekerja dengan jam kerja normal,” jelasnya.
Dari sisi pendidikan, sebanyak 61,12% penduduk bekerja berpendidikan minimal SMA, termasuk 19,64% lulusan perguruan tinggi. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas tenaga kerja di DIY.
Target TPT 2026
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Ariyanto Wibowo, menilai tren ini menunjukkan serapan tenaga kerja berjalan lebih cepat dibanding pertumbuhan angkatan kerja.
“Berdasarkan RPJMD, target TPT tahun 2026 sebesar 3,31%,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Disnakertrans memperkuat kemitraan dengan perusahaan, SPSI, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), hingga lembaga penempatan kerja.
Upaya yang dilakukan antara lain pelatihan berbasis klaster kompetensi, pelayanan antar kerja, perluasan kesempatan kerja, penyediaan informasi pasar kerja online, serta penyelenggaraan job fair.
Selain itu, pemerintah juga fokus pada pencegahan perselisihan hubungan industrial, pelayanan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengembangan kewirausahaan desa, serta penguatan ekonomi berbasis gotong royong.
Tantangan Masih Ada
Meski menunjukkan perbaikan, tantangan ketenagakerjaan DIY masih cukup besar. Struktur ekonomi yang didominasi sektor padat karya dan informal menjadi salah satu faktor utama.
Selain itu, masih terjadi ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Lulusan berpendidikan tinggi juga masih menyumbang angka pengangguran terbuka yang signifikan.
Ariyanto menambahkan, dinamika geopolitik dan ekonomi global turut memengaruhi ketenagakerjaan DIY, terutama karena struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada pariwisata, jasa, UMKM, dan pendidikan.
“DIY kurang didominasi industri besar berorientasi ekspor langsung,” katanya.
Secara keseluruhan, perkembangan ketenagakerjaan DIY pada November 2025 menunjukkan arah positif, dengan penurunan pengangguran, peningkatan pekerja formal, serta membaiknya kualitas kesempatan kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY usulkan 6 sapi kurban bantuan Presiden Prabowo. Stok hewan kurban dipastikan aman jelang Iduladha 2026.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.