MacSync Menyusup ke Mac, Begini Modus Malware Curi Data
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026) setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Lonjakan ini membuat pasar energi global berada dalam kondisi waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak.
Data yang dikutip dari Reuters menunjukkan harga kontrak berjangka minyak mentah Brent Crude sempat melonjak US$18,35 atau sekitar 19,8% hingga mencapai US$111,04 per barel.
Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat yang sempat naik hingga 22,4% ke level US$111,24 per barel sebelum kemudian stabil di kisaran US$106,17.
Lonjakan ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022 dan mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya rantai pasokan energi global.
Reli Harga Selama Sepekan
Kenaikan harga tersebut merupakan kelanjutan dari tren reli yang sudah berlangsung sepanjang pekan sebelumnya.
Dalam sepekan terakhir, Brent tercatat naik sekitar 27%. Sementara itu, harga WTI bahkan meningkat lebih tajam hingga 35,6%.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia, terutama di kawasan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi global yang menghubungkan produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar internasional. Gangguan di jalur ini dapat berdampak besar terhadap pasokan minyak dunia.
Risiko Penurunan Produksi
Senior Commodity Strategist di ANZ, Daniel Hynes, menyebut sejumlah produsen minyak di Timur Tengah mulai mengambil langkah antisipatif dengan mengurangi produksi.
Langkah tersebut dilakukan karena fasilitas penyimpanan minyak di beberapa wilayah dilaporkan mulai mendekati kapasitas maksimum.
Menurut Hynes, jika konflik terus meningkat, sejumlah produsen berpotensi menutup operasional sumur minyak untuk sementara waktu.
Langkah ini berisiko menekan pasokan global dalam jangka pendek sekaligus memperlambat pemulihan produksi ketika situasi mulai stabil.
“Potensi pengurangan produksi dari negara-negara Timur Tengah dapat membuat harga minyak tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama,” ujar Hynes.
Dampak bagi Ekonomi Global
Lonjakan harga minyak ini membuat banyak negara konsumen utama mulai mempertimbangkan langkah mitigasi untuk mengamankan cadangan energi mereka.
Situasi tersebut menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi global terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Ketergantungan dunia terhadap pasokan minyak dari kawasan tersebut membuat setiap eskalasi konflik tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga langsung memengaruhi harga energi di pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.