Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian proyek gas bumi Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku.
Setelah tertunda selama puluhan tahun, megaproyek dengan nilai investasi fantastis mencapai 20 miliar dolar AS atau setara Rp339 triliun ini akhirnya menunjukkan kemajuan signifikan yang membawa optimisme baru bagi kedaulatan energi nasional.
Dalam pertemuan strategis dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026), Bahlil secara lugas meminta agar proyek ini tidak lagi diulur-ulur.
Ia menekankan pentingnya proyek raksasa di Laut Arafura tersebut untuk segera memasuki tahap keputusan investasi akhir (final investment decision) demi menggerakkan ekonomi di wilayah Indonesia Timur.
"Ini sudah 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi. Apalagi itu kampung Ibu saya. Jadi, saya pikir bisa tahun ini kita tender EPC," ujar Bahlil dalam keterangannya yang dirilis di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Bahlil mengapresiasi kemajuan pembangunan fisik proyek yang saat ini telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menargetkan kegiatan front end engineering and design (FEED) dapat dimajukan pada kuartal kedua atau selambatnya kuartal ketiga tahun ini, sehingga proses tender engineering, procurement, and construction (EPC) dapat dilakukan secara paralel.
Guna memberikan kepastian pasar, Bahlil menawarkan solusi berani dengan menunjuk Danantara sebagai pembeli (buyer) produksi gas Lapangan Abadi.
Jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli internasional yang serius menyerap produksi sebesar 9 juta ton per tahun (MTPA), maka pemerintah melalui Danantara siap mengambil alih pasokan tersebut untuk mendukung program hilirisasi industri dalam negeri.
Pihak INPEX menyambut positif dorongan tersebut dan berkomitmen penuh untuk merealisasikan proyek yang telah diperjuangkan selama 12 tahun oleh Takayuki Ueda.
Dukungan administratif dari pemerintah pun kian solid dengan terbitnya dokumen Amdal pada Februari 2026 serta persetujuan pelepasan kawasan hutan yang telah tuntas di awal tahun ini.
Sinergi kuat antar-kementerian dan percepatan birokrasi ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia kini siap membangun hub energi besar di wilayah timur.
Dengan kepastian investasi dan dukungan infrastruktur yang terus dikebut, proyek Blok Masela diharapkan tidak hanya menjadi sumber pasokan gas industri nasional, tetapi juga menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat Maluku dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.