Kemenkeu Perpanjang Dana Rp281 Triliun di Himbara hingga Akhir 2026
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Foto ilustrasi Dana Desa, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Isu pemotongan dana desa oleh Pemerintah Pusat ditepis langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Yandri Susanto. Ia memastikan dana tersebut tetap utuh, sementara pemerintah hanya melakukan perubahan pada sistem pengelolaan agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat desa.
Penegasan itu disampaikan saat kunjungan ke Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Bubung di Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dalam peninjauan tersebut, ia sekaligus menyoroti pentingnya penguatan ekonomi desa melalui koperasi berbasis usaha.
“Jadi, (dana desa) tidak diambil oleh pusat. Presiden Prabowo atau Menteri Desa tidak pernah mengambil dana desa, tidak,” kata Yandri di Jakarta, Senin.
Menurutnya, kebijakan yang dilakukan pemerintah bukan pemotongan anggaran, melainkan penataan ulang tata kelola dan pemanfaatan dana desa agar lebih terukur dan berdampak langsung.
"Diubah tata kelolanya, dibuat unit usaha yang tadi fungsinya untuk menghilangkan rentenir, menghapus tengkulak, menjadi off taker, penyaluran pupuk, gas dan sebagainya,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Kopdes Merah Putih dirancang sebagai penggerak ekonomi desa. Melalui koperasi ini, distribusi kebutuhan dasar hingga pemasaran hasil produksi diharapkan menjadi lebih efisien dan berpihak pada masyarakat.
Yandri juga menegaskan bahwa kabar mengenai pemotongan dana desa tidak benar. Pemerintah justru berupaya memperkuat pengelolaan dana tersebut agar lebih masif, terarah, dan memberikan dampak ekonomi lebih luas.
“Jadi ini (Kopdes) program yang mulia, jadi kalau ada yang bilang dana desa dipotong oleh pusat, tidak. Ini dibuat tata kelolanya yang lebih masif, lebih banyak dan lebih terukur,” kata dia.
Lebih jauh, ia menyebut keberadaan Kopdes Merah Putih di seluruh desa akan mendukung visi pembangunan dari bawah yang menjadi bagian dari program Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, koperasi desa menjadi instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan ekonomi. Bahkan, ia mengusulkan agar izin baru bagi ritel modern dihentikan karena fungsi distribusi nantinya dapat diambil alih oleh koperasi desa.
Selain itu, Yandri mengajak masyarakat desa untuk aktif terlibat dalam pengelolaan koperasi. Ia menjelaskan bahwa 80 persen sisa hasil usaha koperasi akan kembali ke anggota, sementara 20 persen lainnya menjadi pendapatan asli desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 30 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.