Demi Peran di Film Kuasa Gelap, Venly Arauna Rela Jadi Ubi
Venly Arauna rela kehilangan peran di proyek sebelumnya demi memerankan Daniel dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Foto ilustrasi wadah plastik. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kenaikan harga bahan baku plastik global mulai menekan pelaku usaha dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner. Di tengah kondisi tersebut, penggunaan kemasan daur ulang dinilai menjadi alternatif yang semakin relevan.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menyebut lonjakan harga plastik akibat gangguan pasokan global harus disikapi dengan perubahan pola penggunaan kemasan.
“Kita gunakan kondisi ini sebagai titik balik lebih menggunakan produk dengan kemasan daur ulang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Kenaikan harga bahan baku plastik bahkan dilaporkan mencapai dua kali lipat di sejumlah sektor. Dampaknya, pelaku usaha harus mengeluarkan biaya produksi lebih besar untuk mempertahankan operasional.
UMKM Tertekan Risiko Harga Naik
Tekanan paling terasa pada sektor kuliner yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku usaha menaikkan harga jual untuk menutup biaya.
Namun langkah tersebut berisiko menurunkan daya beli konsumen dan menggerus omzet. Jika berlangsung lama, situasi ini juga berpotensi memicu tekanan inflasi lebih luas.
Esther menilai tren global saat ini menunjukkan kemasan daur ulang mulai lebih kompetitif dari sisi harga, sekaligus lebih ramah lingkungan dan sehat.
Ia juga mendorong penerapan instrumen ekonomi seperti Pigovian Tax dalam bentuk cukai plastik untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi.
Pemerintah Jaga Pasokan Dalam Negeri
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri plastik nasional masih mampu menjaga ketersediaan stok di tengah tekanan global.
“Kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garisbawahi kata seharusnya,” ujarnya.
Pemerintah juga terus mendorong diversifikasi bahan baku dan peningkatan pemanfaatan daur ulang untuk menjaga ketahanan industri.
Dengan kondisi saat ini, tekanan harga plastik tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga mendorong perubahan arah industri kemasan menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) menyebut material daur ulang kini telah menyumbang sekitar 20 persen dari total kebutuhan bahan baku plastik nasional, sekaligus membantu menekan biaya produksi di tengah ketergantungan impor yang masih tinggi.
Selain itu, sektor ini dinilai mampu meredam tekanan inflasi berbasis biaya serta mendukung keberlangsungan UMKM karena menyediakan alternatif bahan baku yang lebih stabil dan terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Venly Arauna rela kehilangan peran di proyek sebelumnya demi memerankan Daniel dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Ijazah asli diminta perusahaan saat melamar kerja? Simak aturan Kemnaker tentang penahanan ijazah dan dokumen pribadi pekerja.
Banjir Thailand menewaskan 19 orang dan berdampak pada 700.000 warga Bangkok. Pemerintah menargetkan genangan surut dalam 2-3 hari.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.