Lewat Sketsa, 101 Travel Sketch Bidik Tren Quality Tourism
THE 1O1 Yogyakarta Tugu bersama Leeven & Co mengajak para pencinta sketsa untuk menikmati Yogyakarta dengan pengalaman yang berbeda.
(tengah) Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo dan (paling kanan) Branch Manager Geely Dynamic Jogja, Sugiharto Dj dalam TALKSHOW Investasi Kendaraan Listrik & Percepatan Infrastruktur Fast Charging di Yogyakarta di akun YouTube Harian Jogja, Selasa (5/5/2026)./ Harian Jogja
JOGJA– Tren penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY menunjukkan tren yang positif. Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo, menyampaikan saat ini jumlah kendaraan listrik pelat AB untuk roda empat mencapai 1.200 unit dan roda dua kisaran 3.000-3.500 an unit.
Menurutnya, sebagai kota pariwisata jumlah riil kendaraan yang ada di jalan tentu lebih banyak. Apalagi saat momen liburan, banyak mobil pelat luar kota yang masuk ke DIY.
Ia menjelaskan saat ini Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di DIY mencapai 100 an unit, terdiri dari 32 SPKLU dikelola PLN dan 70-an dikelola swasta.
Menurutnya, sebanyak 32 SPKLU yang dikelola PLN 2024 dibanding 2025 terjadi kenaikan. Agung Pratomo menyebut dari segi transaksi naik 2,4 kali atau 240%, secara kWh penjualan listrik naik 2,77x atau 270%, hampir 3 kali lipat secara tahunan atau (year-on-year/yoy).
"Artinya di tahun 2025 kemarin dari SPKLU yang dikelola PLN totalnya ada 32 itu terlihat bahwa kenaikannya hampir 3x lipat," ujarnya dalam TALKSHOW Investasi Kendaraan Listrik & Percepatan Infrastruktur Fast Charging di Yogyakarta di akun YouTube Harian Jogja, Selasa (5/5/2026).
Agung Pratomo menjelaskan terkait kesiapan ekosistem pendukung mengacu pada tolok ukur di Amerika Serikat (AS), rasio idealnya adalah 1:16 artinya 1 SPKLU melayani 16 kendaraan. Sementara Kementerian ESDM menetapkan 1:17, dan PLN sendiri menargetkan 1:15.
Dia mengatakan persebaran fasilitas SPKLU saat ini masih terfokus di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, PLN berupaya melakukan pemerataan ke kawasan wisata, perhotelan, dan pusat kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
"Akan masuk beberapa waktu ini ada 4, beberapa bulan kedepan, setahun ke depan akan banyak lagi. Dalam hal ini kita harus mencari pemilik lahan," ungkapnya.
Sementara itu, Branch Manager Geely Dynamic Jogja, Sugiharto Dj, menyampaikan tren market pada kendaraan listrik sangat positif, diproyeksikan terus melonjak tajam hingga dua kali lipat setiap tahun. Tren positif juga dampak dari stimulus pemerintah, serta shifting konsumen dari mobil konvensional ke listrik.
"Mungkin kalau data yang saya punya kalau kita lihat dari 2020 paling 125 unit penjualan, 2022 sudah bisa loncat ke angka yang sangat signifikan," ungkapnya.
Ia menjelaskan kondisi geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga minyak juga berpengaruh, ditambah kehadiran merek-merek baru asal China yang menawarkan harga kompetitif dengan fitur modern.
"Geely sendiri baru beroperasi sejak Desember 2025 di sini, dan dalam waktu enam bulan operasional ini, tren penjualannya sangat positif," ujar Sugiharto. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
THE 1O1 Yogyakarta Tugu bersama Leeven & Co mengajak para pencinta sketsa untuk menikmati Yogyakarta dengan pengalaman yang berbeda.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.