Krisis Air Bersih Mulai Meluas di DIY, Puncak Kekeringan di Agustus
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Daerah Istimewa Jogja (DIY) tercatat sebagai provinsi dengan persentase penduduk lanjut usia (lansia) tertinggi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menunjukkan angka lansia mencapai 17,83% dari total penduduk berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.
Angka tersebut melampaui sejumlah provinsi lain seperti Jawa Timur (15,45%), Bali (15,07%), Jawa Tengah (14,43%), Sulawesi Utara (14,12%), serta DKI Jakarta dan Sumatera Barat yang sama-sama berada di angka 12,01%. Sementara itu, rata-rata nasional berada di level 11,97%.
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menyebut kondisi ini menandakan DIY tengah memasuki fase ageing population, yakni ketika proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas melebihi 10%.
Menurutnya, peningkatan jumlah lansia membawa konsekuensi besar terhadap berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga dukungan ekonomi.
"Sebagian besar lansia masih bergantung pada keluarga dan pekerjaan sebagai sumber utama penghidupan," ujarnya.
Struktur Penduduk Mulai Berubah
BPS mencatat jumlah penduduk DIY pada 2025 mencapai 3,78 juta jiwa. Dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,64% per tahun, sedikit meningkat dibanding periode sebelumnya yang berada di angka 0,58%.
Meski demikian, struktur penduduk masih didominasi usia produktif sebesar 68,30%, namun mulai mengalami penurunan dari periode sebelumnya sebesar 68,78%.
Rasio ketergantungan juga tercatat sebesar 46,41. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 46 hingga 47 penduduk usia nonproduktif.
Bonus Demografi Mulai Menyempit
Endang menjelaskan bahwa struktur generasi saat ini masih didominasi kelompok usia produktif, terutama generasi milenial, generasi Z, dan generasi X. Kelompok ini menjadi potensi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun di sisi lain, indikator fertilitas menunjukkan tren penurunan. Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) tercatat sebesar 1,84, turun dari dua periode sebelumnya yakni 1,89 dan 1,94.
Penurunan ini menunjukkan bahwa rata-rata perempuan di DIY hanya melahirkan satu hingga dua anak selama masa reproduksi.
Kondisi tersebut memperkuat indikasi bahwa DIY sedang berada dalam fase lanjut transisi demografi, ditandai dengan rendahnya angka kelahiran, meningkatnya usia harapan hidup, serta bertambahnya proporsi lansia.
Tantangan dan Peluang
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menilai perubahan pola pikir masyarakat turut memengaruhi kondisi ini. Saat ini, banyak keluarga memilih memiliki anak dalam jumlah terbatas.
Selain itu, persepsi usia produktif juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya usia 60 tahun dianggap tidak produktif, kini banyak masyarakat usia 70 tahun masih aktif berkegiatan.
"Sekarang kan nggak seperti dulu yang mungkin punya anak lebih banyak, sekarang 1-2 saja," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan berbagai aspek, mulai dari kesehatan, daya tahan, hingga kapasitas lansia agar tetap produktif.
DIY pun dihadapkan pada dua sisi sekaligus, yakni peluang memanfaatkan bonus demografi yang masih tersisa, serta tantangan dalam mengantisipasi dampak ageing population di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya
Pemkab Kulonprogo menerapkan strategi ganda untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Strategi penanganan kemiskinan men
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.