Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Respons Pasar Mulai Positif
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.814 per dolar AS pada Jumat pagi setelah sebelumnya tertekan penguatan dolar global.
Sejumlah model bergaya di samping produk Toyota dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 di Grand City Surabaya, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
Harianjogja.com, JAKARTA—Kinerja penjualan global produsen otomotif asal Jepang, Toyota, kembali mengalami tekanan pada April 2026. Perusahaan mencatat penurunan penjualan selama tiga bulan berturut-turut, dipicu melemahnya permintaan di pasar utama seperti China dan Timur Tengah.
Berdasarkan laporan terbaru, penjualan gabungan Toyota dan Lexus turun 3,1% secara tahunan menjadi 849.306 unit pada April 2026. Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang sebelumnya telah terjadi sejak awal tahun.
Jika dihitung secara grup, termasuk Daihatsu dan Hino, total penjualan Toyota bahkan menyusut lebih dalam, yakni 3,7% menjadi 902.015 unit.
Timur Tengah Terpukul Paling Dalam
Penurunan paling tajam terjadi di kawasan Timur Tengah. Penjualan Toyota di wilayah ini anjlok hingga 33,7% atau hanya sekitar 31 ribu unit.
Kondisi tersebut tak lepas dari gangguan logistik akibat situasi geopolitik di kawasan, khususnya di Selat Hormuz. Dampaknya, Toyota terpaksa memangkas produksi hingga hampir 40 ribu unit untuk pasar Timur Tengah selama Maret hingga April.
Pemangkasan tersebut mencakup sejumlah model andalan seperti Land Cruiser, sedan, hingga kendaraan komersial.
China Masih Jadi Tantangan Berat
Selain Timur Tengah, pasar China juga belum menunjukkan pemulihan signifikan. Penjualan Toyota di negara tersebut turun 25,4% akibat kombinasi melemahnya permintaan dan ketatnya persaingan industri otomotif, terutama dari produsen lokal kendaraan listrik.
Situasi ini memperlihatkan bahwa pasar China yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan, kini justru menjadi sumber tekanan baru bagi Toyota.
Amerika Serikat Ikut Melemah
Tekanan juga terasa di pasar Amerika Serikat. Penjualan Toyota di negara tersebut tercatat turun 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan di tiga pasar utama ini menjadi sinyal bahwa perlambatan tidak hanya bersifat regional, tetapi mulai berdampak pada performa global perusahaan.
Jepang Jadi Penyelamat
Di tengah tekanan global, pasar domestik Jepang justru menjadi penopang kinerja Toyota. Penjualan di Negeri Sakura melonjak 24,2% seiring meningkatnya permintaan konsumen.
Lonjakan ini dipicu oleh pembelian yang sempat tertunda sebelumnya, terutama menjelang perubahan kebijakan pajak lingkungan yang memengaruhi keputusan konsumen.
Produksi Masih Tumbuh
Meski penjualan menurun, kinerja produksi Toyota masih menunjukkan tren positif. Produksi global Toyota dan Lexus meningkat 2% dibandingkan tahun lalu.
Kenaikan signifikan terjadi di kawasan Asia dengan pertumbuhan mencapai 12,9%, yang membantu menutupi penurunan produksi di Amerika Serikat dan Jepang.
Secara keseluruhan, grup Toyota memproduksi 933.685 kendaraan pada April 2026, naik 3,4% secara tahunan.
Tekanan Global Mulai Terasa
Kondisi ini menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Toyota tidak hanya berasal dari sisi permintaan, tetapi juga dari faktor eksternal seperti konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga perubahan tren industri otomotif global.
Jika tekanan ini berlanjut, bukan tidak mungkin performa Toyota dalam beberapa bulan ke depan akan semakin teruji, terutama di tengah transisi besar menuju kendaraan listrik dan persaingan yang semakin ketat di pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.814 per dolar AS pada Jumat pagi setelah sebelumnya tertekan penguatan dolar global.
Maruti Suzuki India dikabarkan siap meluncurkan mobil flex fuel E100 berbasis etanol untuk Wagon R dan Fronx pada 2026 sebagai bagian dari transisi energi bersi
Tunggal putra Alwi Farhan lolos ke semifinal Singapore Open 2026 usai membungkam wakil Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung 21-12, 21-17.
PSIM Jogja cenderung mempertahankan staf pelatih lokal musim depan. Jean-Paul Van Gastel fokus evaluasi tim dan peningkatan aspek taktik pemain.
Sapi kurban 1,1 ton di Sleman jadi sorotan. Dikirim sosok misterius TIW, daging melimpah hingga dibagikan lintas daerah.
Waspadai lonjakan kolesterol jahat (LDL) pasca-Iduladha. Kenali 5 gejala tubuh dari nyeri dada hingga sakit kepala seusai makan daging kambing.