Sembuh atau Berdamai? Cara Baru Memahami Penyakit Kronik
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. Antara/Muhammad Heriyanto
Harianjogja.com, JAKARTA—Danantara Indonesia mempercepat persiapan operasional PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) menjelang penerapan kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) nasional. Salah satu fokus utama yang kini dilakukan adalah proses rekrutmen dan seleksi sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi berbagai posisi strategis di perusahaan tersebut.
Langkah ini dilakukan seiring dimulainya masa transisi implementasi kebijakan ekspor satu pintu yang akan berlangsung hingga akhir 2026. Selain membangun organisasi, Danantara juga menyiapkan sistem tata kelola dan infrastruktur teknologi untuk mendukung operasional DSI sebagai pengelola ekspor komoditas strategis nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan proses seleksi SDM dilakukan secara ketat guna memastikan perusahaan diisi oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi.
"Kami juga sedang melakukan proses seleksi yang ketat berkaitan dengan sumber daya manusia yang nanti akan bergabung dengan Danantara Sumberdaya Indonesia," kata Dony dalam konferensi pers Danantara Sumberdaya Indonesia, Minggu (31/5/2026).
Pengumuman Tim Baru Segera Dilakukan
Dony menjelaskan proses rekrutmen masih berlangsung dan sejumlah nama yang lolos seleksi akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Kehadiran tim baru tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan organisasi dalam menjalankan mandat yang diberikan pemerintah.
"Insyaallah mudah-mudahan nanti minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi bagian daripada tim," ujarnya.
Menurut dia, pembentukan tim yang solid menjadi salah satu faktor penting selama masa persiapan sebelum DSI menjalankan fungsi secara penuh dalam tata kelola ekspor sumber daya alam nasional.
Bangun Sistem Teknologi dan Tata Kelola
Selain memperkuat aspek sumber daya manusia, Danantara juga tengah mengembangkan sistem teknologi yang akan menjadi penopang utama operasional perusahaan. Pengembangan teknologi tersebut ditujukan untuk memastikan proses pengelolaan sumber daya alam dapat berlangsung secara efektif, transparan, dan akuntabel.
Dony menuturkan tata kelola perusahaan, kualitas SDM, serta dukungan teknologi merupakan tiga fondasi utama yang saat ini sedang dipersiapkan secara bersamaan.
Menurutnya, seluruh langkah tersebut dilakukan agar DSI mampu menjalankan mandat pengelolaan sumber daya alam dengan standar tata kelola yang baik dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional.
Siap Jalankan Amanah Pengelolaan SDA
Danantara menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah pengelolaan sumber daya alam Indonesia secara profesional dan terbuka. Perusahaan juga membuka ruang pengawasan publik terhadap pelaksanaan program yang tengah dipersiapkan tersebut.
"Kami dari Danantara Indonesia akan berupaya sebaik mungkin dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam implementasi program ini," kata Dony.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan masa transisi kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026. Dalam periode tersebut, berbagai persiapan kelembagaan akan terus dilakukan, mulai dari pembentukan organisasi, penguatan tata kelola perusahaan, pembangunan sistem teknologi, hingga perekrutan SDM sebelum operasional berjalan sepenuhnya pada tahap berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
POPSI mendukung perbaikan tata kelola sawit melalui Danantara, namun meminta pemerintah menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani sawit.
Bulog Banyumas mempercepat penyaluran bantuan pangan bagi 918.544 penerima di Banyumas Raya dan menargetkan distribusi selesai pada Juni 2026.
Polresta Jogja dan Dishub menertibkan parkir liar serta menegur 48 pelanggar lalu lintas saat patroli long weekend di kawasan Malioboro dan jalur protokol.
Ancaman PHK buruh manufaktur diperkirakan meningkat pada kuartal II/2026. Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi.
Pemkot Pekalongan mulai menguji coba pembayaran parkir menggunakan QRIS di kawasan Alun-Alun dan Lapangan Mataram sebelum diterapkan penuh 1 Juni 2026.