Persaingan Kerja 2026 Makin Ketat, Ini Jurusan Paling Dicari

Jumali
Jumali Senin, 01 Juni 2026 10:37 WIB
Persaingan Kerja 2026 Makin Ketat, Ini Jurusan Paling Dicari

Tenaga Kerja. - Freepik


Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan dunia kerja pada 2026 diprediksi semakin ketat akibat dampak AI, perlambatan ekonomi global, dan meningkatnya jumlah pencari kerja. Namun, data terbaru menunjukkan sejumlah jurusan kuliah tetap memiliki permintaan tinggi dari perusahaan, membuka peluang lebih besar bagi lulusan baru yang tepat memilih bidang studi.

Jurusan Paling Dicari Perusahaan di 2026

Laporan terbaru dari National Association of Colleges and Employers melalui survei Winter 2026 Salary Survey menunjukkan ada 10 jurusan yang paling banyak dibutuhkan perusahaan untuk rekrutmen lulusan baru.

Survei yang melibatkan sekitar 150 organisasi anggota tersebut mencatat bidang-bidang berikut sebagai yang paling diminati:

1. Keuangan: 61,3%
2. Teknik Mesin: 61,3%
3. Ilmu Komputer: 60%
4. Akuntansi: 58,7%
5. Administrasi/Manajemen Bisnis: 58,7%
6. Teknik Elektro: 51,3%
7. Sistem Informasi: 48%
8. Logistik/Rantai Pasokan: 44,7%
9. Pemasaran: 44%
10. Sumber Daya Manusia: 40%

Dominasi bidang keuangan dan teknik mesin di posisi teratas menunjukkan kebutuhan perusahaan yang masih tinggi terhadap kemampuan pengelolaan modal, efisiensi sistem, dan rekayasa industri. Sementara itu, ilmu komputer tetap menjadi tulang punggung utama di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan.

Pasar Kerja Ketat, Tapi Gaji Naik

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan perlambatan penambahan lapangan kerja sepanjang 2025 dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menandakan pasar kerja semakin selektif terhadap lulusan baru.

Meski demikian, laporan NACE mencatat adanya tren kenaikan gaji awal di hampir semua bidang studi pada 2026, kecuali beberapa jurusan ilmu sosial yang justru mengalami stagnasi atau penurunan. Hal ini menunjukkan perusahaan tetap bersedia memberikan kompensasi tinggi untuk kandidat yang benar-benar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Laporan dari Cengage Group memperkuat gambaran bahwa kondisi lulusan baru saat ini berada dalam tekanan besar. Hanya sekitar 30% lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya, sementara lebih dari 75% perusahaan mengurangi atau mempertahankan jumlah rekrutmen entry-level.

Artinya, ijazah saja tidak lagi cukup. Mahasiswa dan lulusan baru dituntut membangun portofolio, meningkatkan kemampuan digital, serta memperkuat soft skills seperti komunikasi, problem solving, dan adaptasi teknologi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online