Ledakan Pabrik Hanwha Aerospace di Korea Selatan Tewaskan 5 Pekerja
Ledakan di pabrik Hanwha Aerospace, Korea Selatan, menewaskan lima pekerja dan melukai dua lainnya saat proses pembersihan terkait bahan peledak.
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. Antara/Muhammad Heriyanto
Harianjogja.com, JAKARTA—Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai berpotensi menjadi instrumen penting dalam memperkuat tata kelola ekspor nasional. Selain meningkatkan transparansi perdagangan komoditas strategis, perusahaan tersebut juga diyakini mampu menekan praktik underinvoicing dan transfer pricing yang selama ini kerap menjadi tantangan dalam sektor ekspor.
Penilaian tersebut disampaikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Alexander Yahya Datuk. Menurutnya, konsep tata kelola ekspor yang diusung DSI bukanlah model baru karena telah diterapkan di sejumlah negara untuk memperkuat pengawasan perdagangan sekaligus mengoptimalkan manfaat ekonomi bagi negara.
Alexander menjelaskan berbagai negara telah menggunakan pendekatan serupa guna meningkatkan transparansi transaksi perdagangan komoditas, memperkuat pengawasan ekspor, serta memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.
“Secara preseden ternyata pola seperti ini juga sudah dilakukan oleh banyak negara juga, dan menurut saya secara teori seharusnya ada potensi besar kita untuk bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan masalah transfer pricing dan underinvoicing, dan meningkatkan pendapatan negara devisa negara,” ujar Alexander.
Ia menilai keberhasilan menekan praktik underinvoicing dan transfer pricing akan berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan devisa nasional. Dengan semakin optimalnya pengelolaan ekspor, negara memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas perdagangan internasional.
Dampak positif lainnya, kata Alexander, adalah meningkatnya kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dana hasil ekspor yang tersimpan di dalam negeri juga dapat memperkuat sistem keuangan nasional sekaligus membantu menjaga nilai tukar rupiah.
“Logikanya, kan akan bisa menjaga kurs mata uang kita sekaligus juga memastikan dana itu tersimpan di sistem perbankan nasional,” katanya.
Lebih jauh, Alexander memandang pembentukan Danantara DSI dapat menjadi momentum penting bagi transformasi tata kelola ekspor Indonesia menuju sistem yang lebih modern, berbasis teknologi, dan transparan.
Menurutnya, pengelolaan ekspor pada masa mendatang harus didukung oleh sistem yang memungkinkan seluruh transaksi tercatat dengan baik, terdokumentasi secara menyeluruh, serta mudah diawasi guna meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan perdagangan luar negeri.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tahap awal operasional Danantara DSI membutuhkan perhatian serius. Masa transisi dinilai menjadi periode krusial untuk memastikan seluruh sistem, platform, dan infrastruktur pendukung dapat dibangun secara optimal.
Alexander memperkirakan tujuh bulan pertama akan menjadi fase penting dalam pengembangan mekanisme operasional perusahaan agar seluruh target dan fungsi yang dirancang dapat berjalan secara efektif.
Ia menegaskan keberhasilan implementasi Danantara DSI pada tahap awal sangat bergantung pada kesiapan manajemen dalam membangun platform digital dan sistem operasional yang mampu mendukung proses transaksi secara tepat waktu, akurat, dan efisien.
“Platformnya sudah harus siap dan berfungsi dengan baik dan bertransaksi dengan efektif,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan di pabrik Hanwha Aerospace, Korea Selatan, menewaskan lima pekerja dan melukai dua lainnya saat proses pembersihan terkait bahan peledak.
Ledakan gudang bahan peledak pertambangan di Myanmar menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 korban lainnya.
Sebanyak 11 daerah di Riau menetapkan status siaga darurat karhutla. Kuansing menjadi satu-satunya kabupaten yang belum menetapkan status tersebut.
Kunjungan wisata Prambanan dan Ratu Boko tembus 54 ribu wisatawan selama libur panjang Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila.
Kadin menilai Danantara DSI berpotensi menekan transfer pricing dan underinvoicing sekaligus memperkuat devisa serta tata kelola ekspor nasional.
Festival Layang-layang Sragen di Gemolong menarik 60 pelayang dari Jawa dan Bali serta menyedot hingga 1.000 pengunjung.