Daftar Negara dengan Cadangan Logam Tanah Jarang Terbesar di Dunia

Jumali
Jumali Selasa, 02 Juni 2026 10:47 WIB
Daftar Negara dengan Cadangan Logam Tanah Jarang Terbesar di Dunia

Logam tanah jarang/ Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) menjadi salah satu komoditas paling strategis di dunia. Mineral ini berperan penting dalam produksi kendaraan listrik, ponsel pintar, turbin angin, peralatan elektronik, hingga sistem pertahanan modern.

Meski tersebar di berbagai wilayah dunia, Star Insider, Selasa (2/6/2026) menyebut cadangan logam tanah jarang yang dapat ditambang secara ekonomis tidak banyak. Kondisi tersebut membuat negara-negara pemilik cadangan besar memiliki posisi penting dalam rantai pasok global.

Berdasarkan data US Geological Survey (USGS) dan berbagai laporan industri yang dirangkum pada Juni 2026, berikut daftar negara dengan cadangan logam tanah jarang terbesar di dunia.

1. China

China masih menjadi pemimpin global dengan cadangan sekitar 44 juta ton. Selain memiliki cadangan terbesar, Negeri Tirai Bambu juga mendominasi sektor pemurnian dan produksi magnet permanen berbasis tanah jarang.

Tambang Bayan Obo di Mongolia Dalam menjadi salah satu pusat produksi terbesar dunia. Dominasi China membuat banyak negara berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari negara tersebut.

2. Brasil

Brasil menempati posisi kedua dengan cadangan sekitar 21 juta ton. Negara Amerika Selatan ini terus mempercepat pengembangan industri tanah jarang melalui sejumlah proyek baru, termasuk pengembangan deposit Pela Ema di Goiás.

Keberadaan cadangan besar tersebut membuat Brasil dipandang sebagai salah satu alternatif utama pasokan global di luar China.

3. India

India memiliki cadangan sekitar 6,9 juta ton yang sebagian besar berada di kawasan pesisir. Pemerintah India saat ini mendorong peningkatan kemampuan ekstraksi dan pemurnian dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat industri teknologi dan manufaktur nasional.

4. Australia

Australia mencatat cadangan sekitar 5,7 juta ton, meski sejumlah data pemerintah setempat menunjukkan potensi yang lebih besar. Negara ini dikenal melalui aktivitas perusahaan tambang besar seperti Lynas Rare Earths yang mengoperasikan tambang Mount Weld.

Australia juga menjadi salah satu pemasok utama tanah jarang bagi pasar global di luar China.

5. Rusia

Rusia memiliki cadangan sekitar 3,8 juta ton yang sedang dalam tahap pengembangan maupun siap dikembangkan. Pemerintah Rusia mengalokasikan investasi besar untuk meningkatkan kapasitas produksi dan teknologi pengolahan mineral strategis tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

6. Vietnam

Vietnam memiliki cadangan sekitar 3,5 juta ton. Pemerintah negara tersebut mulai memperketat pengelolaan sumber daya tanah jarang melalui kebijakan pembatasan ekspor bahan mentah.

Kebijakan tersebut bertujuan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri agar nilai tambah mineral dapat dinikmati secara maksimal.

7. Amerika Serikat

Amerika Serikat memiliki cadangan sekitar 1,9 juta ton. Tambang Mountain Pass di California menjadi pusat produksi utama tanah jarang di negara tersebut.

Selain meningkatkan produksi domestik, AS juga aktif berinvestasi dalam proyek-proyek pengembangan tanah jarang di berbagai negara guna memperkuat rantai pasok yang lebih beragam.

8. Greenland

Wilayah otonom Denmark ini memiliki cadangan sekitar 1,5 juta ton. Greenland menyimpan sejumlah proyek besar seperti Kvanefjeld dan Tanbreez yang dinilai memiliki potensi strategis bagi pasar global.

Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan lingkungan dan pertimbangan geopolitik.

9. Tanzania

Tanzania memiliki cadangan sekitar 890.000 ton, yang sebagian besar berada di proyek Ngualla. Proyek tersebut termasuk salah satu pengembangan tanah jarang paling menjanjikan di Afrika.

Apabila beroperasi penuh, Ngualla diproyeksikan menjadi pemasok penting bagi kebutuhan industri global.

10. Afrika Selatan

Afrika Selatan memiliki cadangan sekitar 860.000 ton. Salah satu proyek unggulannya adalah Phalaborwa yang memanfaatkan limbah fosfogipsum sebagai sumber ekstraksi tanah jarang.

Pendekatan tersebut dinilai inovatif karena memanfaatkan limbah industri untuk menghasilkan mineral bernilai tinggi.

Peluang bagi Indonesia

Persaingan global dalam penguasaan logam tanah jarang diperkirakan akan semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan teknologi hijau dan kecerdasan buatan. China memang masih mendominasi pasar, tetapi negara-negara lain terus berupaya membangun kapasitas produksi dan pengolahan sendiri.

Bagi Indonesia, yang memiliki potensi sumber daya tanah jarang di sejumlah wilayah seperti Bangka Belitung, Kalimantan, dan Sulawesi, momentum ini dapat menjadi peluang untuk memperkuat hilirisasi mineral dan membangun industri berbasis teknologi bernilai tambah tinggi.

Dengan strategi yang tepat, Indonesia tidak hanya berpotensi menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga pemain penting dalam rantai pasok global logam tanah jarang di masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online