Harga Perak Antam Naik, Stok Ukuran Besar Masih Kosong

Jumali
Jumali Rabu, 03 Juni 2026 09:47 WIB
Harga Perak Antam Naik, Stok Ukuran Besar Masih Kosong

Perak - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Harga perak batangan produksi Antam menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Kenaikan terjadi pada ukuran 1 gram yang kini dibanderol Rp49.750 per gram, naik Rp100 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp49.650 per gram.

Meski demikian, calon investor yang mencari perak batangan dalam ukuran besar harus bersabar. Hingga perdagangan hari ini, stok perak Antam ukuran 250 gram dan 500 gram masih belum tersedia.

Apabila stok kembali tersedia, harga perak ukuran 250 gram tercatat Rp12.962.500, sedangkan ukuran 500 gram dipasarkan Rp25 juta.

Harga Emas Antam Masih Stabil

Berbeda dengan perak, berdasarkan laman resmi Antam, harga emas batangan Antam belum mengalami perubahan.

Harga emas Antam bertahan di level Rp2,774 juta per gram, sama seperti posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Pada sesi sebelumnya, harga emas sempat terkoreksi Rp25.000 dari posisi Rp2,799 juta per gram.

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga tidak mengalami perubahan dan tetap berada di level Rp2,584 juta per gram.

Sebagai informasi, harga emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi tahun ini pada 29 Januari 2026 dengan menyentuh Rp3,168 juta per gram.

Logam Mulia Global Bergerak Beragam

Di pasar internasional, harga emas spot tercatat relatif stabil. Perdagangan Rabu menunjukkan pergerakan yang terbatas seiring pelaku pasar masih menunggu sentimen baru yang dapat memengaruhi arah harga.

Sementara itu, logam mulia lainnya justru mengalami penguatan. Harga perak spot naik sekitar 0,5%, sedangkan paladium juga mencatat kenaikan sekitar 0,6%.

Kondisi ini menunjukkan sebagian investor mulai melirik logam yang memiliki fungsi industri di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Analis pasar dari Forex.com, Fawad Razaqzada, menilai pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi sejumlah faktor utama, antara lain harga minyak dunia, pergerakan dolar AS, dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).

Ketiga faktor tersebut juga sangat dipengaruhi perkembangan situasi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Secara umum, harga emas cenderung menguat ketika ketidakpastian geopolitik meningkat karena investor mencari aset yang dianggap lebih aman. Sebaliknya, ketika tensi geopolitik mereda, harga emas berpotensi mengalami tekanan.

Pertimbangan bagi Investor

Bagi investor logam mulia, kondisi saat ini menghadirkan dinamika yang berbeda antara emas dan perak.

Harga emas masih berada di bawah level tertinggi yang pernah dicapai pada tahun ini. Sementara itu, harga perak menunjukkan tren penguatan, meski ketersediaan produk ukuran besar masih terbatas.

Investor yang ingin membeli perak dalam jumlah besar dapat menunggu ketersediaan stok kembali normal atau mempertimbangkan pembelian bertahap melalui ukuran yang masih tersedia di pasaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online