Grebeg UMKM 2026 Jogja Dibuka, 260 UMKM Tampil

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jum'at, 05 Juni 2026 20:47 WIB
Grebeg UMKM 2026 Jogja Dibuka, 260 UMKM Tampil

Seremoni pembukaan Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X serta Anggota Dewan Gubernur BI Ricky P. Gozali di Atrium Jogja City Mall pada Jumat (5/6/2026). Ist/bidiy

Harianjogja.com, JOGJA— Upaya mendorong UMKM naik kelas dan mempercepat digitalisasi ekonomi di Jogja kembali diperkuat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) resmi menggelar Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026, sebuah event tahunan yang kini memasuki satu dekade penyelenggaraan.

Mengusung tema “Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni”, acara ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal sekaligus memperluas adopsi pembayaran digital di Jogja. Sejak pertama digelar pada 2017, Grebeg UMKM konsisten menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas, akses pasar, hingga promosi UMKM DIY.

Seremoni pembukaan berlangsung di Atrium Jogja City Mall pada Jumat (5/6/2026) dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X serta Anggota Dewan Gubernur BI Ricky P. Gozali.

Dalam sambutannya, Paku Alam X mengungkapkan bahwa ekonomi DIY pada triwulan I 2026 tumbuh 5,84% (year-on-year). Angka tersebut menempatkan DIY sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa. Ia menegaskan, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada potensi, tetapi juga pada kemampuan menghubungkan potensi tersebut agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antar pemangku kepentingan harus terus diperkuat,” tegasnya.

Sementara itu, Ricky P. Gozali menekankan bahwa Grebeg UMKM telah menjadi program strategis Bank Indonesia dalam membina UMKM selama satu dekade terakhir. Upaya yang dilakukan mencakup peningkatan kualitas produk, standardisasi, akses pembiayaan, hingga integrasi dengan ekosistem digital dan pariwisata.

Dari sisi digitalisasi, tren di DIY menunjukkan perkembangan pesat. Hingga April 2026, jumlah pengguna QRIS telah menembus 1,08 juta pengguna, dengan lebih dari 1,11 juta merchant. Bahkan, transaksi QRIS sepanjang 2026 tercatat mencapai 198 juta transaksi, tumbuh 62,19% secara tahunan.

Tak hanya pameran, event yang digelar 5–7 Juni 2026 ini menghadirkan beragam kegiatan menarik. Sebanyak 260 UMKM ambil bagian dalam pameran sektor fashion, food, dan craft, serta Pasar Kangen Digital & Halal. Selain itu, ada pula latte art competition, kompetisi robotika, lomba bankers wear wastra, hingga talkshow pengembangan UMKM.

Berbagai program edukatif juga disiapkan, mulai dari sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah, edukasi QRIS, hingga perlindungan konsumen. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat dan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.

Melalui ajang ini, Bank Indonesia bersama Pemda DIY menargetkan perluasan akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan semakin mencintai produk lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

Dengan sinergi yang terus diperluas, Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 diyakini menjadi momentum penting bagi UMKM Jogja untuk semakin tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online