Harga Pertamax Naik 32 Persen, Media Asing Soroti Dampaknya

Jumali
Jumali Rabu, 10 Juni 2026 18:17 WIB
Harga Pertamax Naik 32 Persen, Media Asing Soroti Dampaknya

Media asal Singapura, The Straits Times , menyoroti kenaikan harga Pertamax/ Tangkapan layar


Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green 95 yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026) mendapat sorotan dari sejumlah media internasional. Media asing menilai lonjakan harga tersebut sebagai salah satu penyesuaian terbesar dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diumumkan Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) naik Rp3.950 per liter dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 meningkat Rp4.100 per liter dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Media asal Singapura, The Straits Times , menyoroti kenaikan harga Pertamax dalam artikel berjudul Indonesia Raises Price of Widely Used 92-Octane Fuel by 32%. Dalam laporannya, media tersebut menyebut kenaikan harga bensin beroktan 92 mencapai sekitar 32% dan menjadi perhatian karena menyasar segmen pengguna BBM nonsubsidi yang cukup besar di Indonesia.

Laporan tersebut juga menyinggung keputusan pemerintah yang sebelumnya meminta Pertamina mempertahankan harga Pertamax saat terjadi gejolak harga minyak dunia. Namun setelah dilakukan evaluasi, penyesuaian harga akhirnya diberlakukan mengikuti mekanisme yang berlaku.

Juru Bicara Pertamina, Robert MV Dumatubun, menyatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula penetapan harga yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut juga bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan dan distribusi BBM berkualitas di dalam negeri.

Sorotan serupa datang dari media Malaysia, The Star , melalui artikel berjudul Indonesia's Non-Subsidised RON92 Petrol Price Jumps 32%, First Hike in Months. Media tersebut menilai kenaikan harga Pertamax sebagai penyesuaian signifikan setelah beberapa bulan harga relatif stabil.

Selain membahas kenaikan harga BBM, sejumlah laporan media asing juga mengaitkannya dengan perkembangan inflasi di Indonesia. Inflasi tahunan pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08%, yang menjadi level tertinggi dalam delapan bulan terakhir.

Jenis BBMHarga LamaHarga BaruKenaikanPersentase
Pertamax (RON 92)Rp12.300Rp16.250Rp3.95032,1%
Pertamax Green 95Rp12.900Rp17.000Rp4.10031,8%


Kenaikan harga ini berpotensi memengaruhi biaya transportasi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, terutama pemilik kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan Pertamax sebagai bahan bakar utama.

Meski demikian, Pertamina menegaskan penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan energi dan memastikan distribusi BBM tetap berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online