PB PGRI Setuju Dana Pendidikan Tak Lagi Biayai Program MBG
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Ilustrasi. /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JOGJA — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta akhirnya memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik berulang yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari terakhir.
Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Yogyakarta, Angga Ditya D., mengungkapkan bahwa pemadaman tersebut merupakan bagian dari langkah manajemen beban yang dilakukan secara terbatas dan terukur.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil menyusul adanya kendala teknis operasional pada sejumlah pembangkit listrik. Bahkan, dua unit pembangkit besar dilaporkan mengalami gangguan sehingga tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
“Untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah,” ujar Angga, Jumat (19/6/2026).
Ia menegaskan bahwa secara umum sistem kelistrikan Jawa masih dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, penurunan kapasitas pasokan akibat gangguan pembangkit membuat PLN harus melakukan penyesuaian distribusi listrik.
PLN saat ini terus melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan, termasuk mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem agar keseimbangan antara suplai dan kebutuhan listrik tetap terjaga.
“Kami terus berkoordinasi dengan unit pengatur beban untuk memastikan pembangkit segera kembali beroperasi normal,” jelasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait pemadaman mendadak, PLN juga menyampaikan bahwa informasi telah disebarkan melalui unit layanan pelanggan, termasuk melalui grup WhatsApp di wilayah terdampak.
Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, memastikan bahwa proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap di lapangan.
“PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan agar sistem kembali normal,” ujarnya.
PLN juga memastikan bahwa kebijakan manajemen beban ini bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap seiring dengan pulihnya sistem pembangkit listrik.
Perusahaan pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman listrik tersebut.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pemadaman bersifat sementara dan akan segera dipulihkan,” kata Gregorius.
Dengan upaya percepatan yang terus dilakukan, PLN menargetkan pasokan listrik di wilayah DIY dapat kembali stabil dalam waktu dekat sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
BPBD Gunungkidul mencatat bantuan air bersih mencapai 698 tangki atau 3,49 juta liter. Distribusi diperkirakan berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
KH Marsudi Syuhud menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 setelah mendapat dukungan dari PWNU dan PCNU.
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Damkar Kulonprogo mengevakuasi ular koros sepanjang 1,5 meter yang ditemukan di gudang toko di Nagung, Wates saat aktivitas bersih-bersih.
KPDI ke-17 di UMY mendorong transformasi perpustakaan menghadapi era AI melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan literasi informasi.