Nvidia dan Firmus Bangun Pusat AI Raksasa di Batam

Jumali
Jumali Senin, 29 Juni 2026 18:57 WIB
Nvidia dan Firmus Bangun Pusat AI Raksasa di Batam

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Raksasa chip asal Amerika Serikat, NVIDIA Corporation, resmi menggandeng perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) asal Australia, Firmus Technologies, untuk membangun pusat komputasi AI berskala raksasa di Batam, Kepulauan Riau. Proyek ini disebut-sebut akan menjadi salah satu infrastruktur komputasi AI terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Reuters mengungkapkan, fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 170.000 unit Graphics Processing Unit (GPU) dengan daya listrik mencapai sekitar 360 megawatt (MW). Infrastruktur ini juga akan menggunakan teknologi pendingin cair (liquid cooling) untuk menjaga stabilitas operasional pusat data berkapasitas tinggi tersebut.

Proyek yang turut melibatkan perusahaan infrastruktur digital asal Singapura, DayOne, itu ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Kehadirannya diproyeksikan mengubah Batam menjadi salah satu hub utama komputasi kecerdasan buatan di Asia Tenggara.

Secara strategis, pembangunan pusat data ini dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi startup dan pengembang teknologi di Indonesia terhadap kapasitas komputasi AI berperforma tinggi. Selama ini, akses terhadap GPU skala besar cenderung terbatas karena tingginya biaya investasi dan infrastruktur yang dibutuhkan.

Firmus Technologies menyatakan bahwa salah satu tujuan utama proyek ini adalah mempersempit kesenjangan akses teknologi antara perusahaan besar dan pelaku usaha rintisan. Dengan model layanan berbasis sewa (cloud access), startup diharapkan dapat menggunakan komputasi AI tanpa harus membangun infrastruktur sendiri yang membutuhkan biaya sangat besar.

Co-Chief Executive Firmus, Tim Rosenfield, menyebut pendekatan ini sebagai upaya menciptakan “level playing field” dalam industri AI global, sehingga lebih banyak inovator dapat bersaing dengan perusahaan teknologi raksasa.

Dari sisi bisnis, proyek ini juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Kemitraan jangka panjang hingga 2034 tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan hingga puluhan miliar dolar AS dari layanan komputasi AI berbasis cloud. Model bisnis ini memungkinkan pembagian keuntungan antara penyedia infrastruktur dan pemilik teknologi chip.

NVIDIA Corporation sendiri tidak hanya berperan sebagai penyedia teknologi GPU, tetapi juga terlibat dalam ekosistem investasi dan pengembangan infrastruktur AI yang lebih luas. Sementara Firmus Technologies sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang berevolusi dari sektor penambangan kripto sebelum beralih fokus ke infrastruktur AI.

Pemilihan Batam sebagai lokasi proyek juga dinilai strategis. Kedekatannya dengan Singapura serta posisinya sebagai kawasan industri menjadikannya titik ideal untuk pengembangan pusat data berskala besar di Asia Tenggara. Proyek ini diperkirakan akan memberikan efek berganda terhadap ekonomi lokal, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan investasi teknologi asing.

Jika berjalan sesuai rencana, pusat komputasi AI ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta teknologi global, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembang lokal untuk ikut serta dalam ekosistem AI yang selama ini didominasi pemain besar dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online