Progres Tol Jogja-Solo 92,54%, Penggarapan Akses Bokoharjo Dikebut
Progres Tol Jogja-Solo Paket 1.2 mencapai 92,54%. Pembebasan lahan Akses Bokoharjo juga 99,38% dan dikebut untuk Nataru 2026/2027.
Foto ilustrasi jalan tol. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan dukungan infrastruktur berupa akses jalan tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang akan dikembangkan sebagai pusat manufaktur kendaraan listrik nasional oleh PT Pindad (Persero).
Pembangunan konektivitas tersebut dilakukan melalui Jalan Tol Akses Patimban dan akses sementara di Jalan Tol Cikampek–Palimanan guna mendukung kelancaran mobilitas logistik dan rantai pasok kawasan industri strategis nasional tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan dukungan infrastruktur untuk kawasan industri di Subang menjadi bagian dari upaya pemerintah mematangkan ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Untuk kawasan industri Subang, dukungan itu diwujudkan melalui konektivitas Jalan Tol Akses Patimban dan akses sementara pada Jalan Tol Cikampek–Palimanan," ujarnya melalui keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (22/7/2026).
Menurut Dody, pembangunan akses jalan bebas hambatan tersebut dirancang untuk memperlancar rantai pasok serta mobilitas logistik dari dan menuju pusat manufaktur otomotif nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Selain mendukung pengembangan ekosistem industri, jaringan jalan tol di kawasan ini juga akan diintegrasikan dengan fungsi pertahanan dan keamanan negara. Rencana integrasi tersebut dinilai menjadi tolok ukur baru pembangunan infrastruktur sipil yang tidak lagi berjalan secara sektoral, melainkan adaptif terhadap kebutuhan strategis nasional.
Dari sisi pelaku industri, keberadaan akses jalan penghubung yang memadai dinilai sangat penting mengingat kapasitas jalan daerah saat ini belum optimal untuk menampung beban logistik berat.
Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit Puji Santosa menjelaskan dukungan akses infrastruktur menuju kawasan instalasi strategis nasional sangat diperlukan untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas logistik di kawasan tersebut.
“Hari ini kami mengundang Bapak Menteri PU bersama Kepala BPJT dalam rangka mempresentasikan kita memerlukan akses tol. Nanti kami mohon izin untuk kita bisa bekerja bersama-sama untuk akses ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan proyek mobil nasional. Meskipun demikian, pemerintah memastikan tidak akan memberikan insentif khusus bagi industri otomotif pada 2026.
Airlangga menjelaskan penghentian stimulus otomotif dilakukan untuk mendorong kemandirian industri, khususnya agar pabrikan otomotif meningkatkan kapasitas produksi kendaraan di dalam negeri.
“Justru dengan berhentinya stimulus itu diberikan supaya mereka bangun pabrik. Sekarang setelah mereka bangun pabrik, maka struktur biaya masuknya lebih rendah,” ujar Airlangga saat ditemui di seremoni peresmian pabrik Vinfast di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Senin (15/12/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Progres Tol Jogja-Solo Paket 1.2 mencapai 92,54%. Pembebasan lahan Akses Bokoharjo juga 99,38% dan dikebut untuk Nataru 2026/2027.
Jadwal KA Bandara YIA 6 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 6 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 6 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Berikut 12 mobil Jepang yang dikenal irit BBM di Indonesia, mulai dari Brio, Ayla, Sigra hingga Yaris Cross Hybrid dan Innova Zenix Hybrid.