Harga Bright Gas Turun! 12 Kg Jadi Rp220 Ribu, Simak Daftarnya

Jumali
Jumali Senin, 27 Juli 2026 10:57 WIB
Harga Bright Gas Turun! 12 Kg Jadi Rp220 Ribu, Simak Daftarnya

Pekerja menata tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) di salah satu agen LPG di Jakarta, belum lama ini. Bisnis/Suselo Jati

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat pengguna LPG nonsubsidi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa kini dapat menikmati harga Bright Gas yang lebih rendah. PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga produk LPG nonsubsidi yang mulai berlaku efektif sejak 14 Juli 2026 sebagai bagian dari evaluasi berkala perusahaan terhadap kondisi pasar dan mekanisme penetapan harga energi.

Penurunan harga ini menjadi kabar positif bagi rumah tangga maupun pelaku usaha mikro yang mengandalkan LPG nonsubsidi untuk aktivitas sehari-hari. Dengan biaya energi yang lebih ringan, konsumen memiliki ruang lebih besar untuk mengelola pengeluaran bulanan.

Berdasarkan ketentuan terbaru, harga Bright Gas ukuran 12 kilogram di wilayah Pulau Jawa, termasuk DIY, turun menjadi Rp220.000 per tabung. Sebelumnya, produk yang sama dijual seharga Rp228.000 per tabung. Artinya, terdapat penurunan sebesar Rp8.000.

Sementara itu, Bright Gas ukuran 5,5 kilogram kini dipasarkan dengan harga Rp103.000 per tabung. Harga tersebut lebih rendah Rp4.000 dibandingkan tarif sebelumnya yang berada di level Rp107.000 per tabung.

Meski harga LPG nonsubsidi mengalami penyesuaian, masyarakat pengguna LPG bersubsidi tidak perlu khawatir. Harga LPG 3 kilogram tetap stabil dan tidak mengalami perubahan. Di sejumlah daerah, termasuk wilayah Tangerang Selatan yang menjadi salah satu lokasi pemantauan, LPG 3 kilogram masih dijual sekitar Rp22.000 per tabung. Adapun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat berada di angka Rp19.000 per tabung.

Penyesuaian harga Bright Gas tidak berlaku seragam di seluruh Indonesia. Besaran harga ditentukan berdasarkan wilayah distribusi dan berbagai faktor operasional yang memengaruhi biaya penyaluran energi.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga Bright Gas 5,5 kilogram ditetapkan Rp103.000 per tabung, sedangkan Bright Gas 12 kilogram sebesar Rp220.000 per tabung.

Di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan, harga Bright Gas 5,5 kilogram berada pada level Rp107.000 per tabung. Sementara itu, Bright Gas 12 kilogram dijual Rp222.000 per tabung.

Harga sedikit lebih tinggi berlaku di Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara. Di kawasan tersebut, Bright Gas 5,5 kilogram dibanderol Rp110.000 per tabung dan Bright Gas 12 kilogram dijual Rp230.000 per tabung.

Sementara itu, Kawasan Perdagangan Bebas Batam menjadi daerah dengan harga relatif lebih rendah. Bright Gas 5,5 kilogram dijual Rp97.000 per tabung dan Bright Gas 12 kilogram sebesar Rp200.000 per tabung.

Sebaliknya, wilayah Tarakan dan sekitarnya serta kawasan Maluku dan Papua masih mencatat harga lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Di Tarakan, Bright Gas 12 kilogram mencapai Rp257.000 per tabung, sedangkan di Maluku dan Papua harganya mencapai Rp277.000 per tabung.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora dalam keterangannya mengatakan, penyesuaian harga dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi dinamika pasar energi nasional.

Menurut dia, perusahaan tidak hanya berupaya menghadirkan harga yang lebih kompetitif, tetapi juga memastikan kualitas produk tetap terjaga. Pertamina juga berkomitmen menyediakan LPG yang aman, praktis, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya penurunan harga ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat langsung berupa penghematan biaya energi rumah tangga. Bagi pelaku usaha kecil yang menggunakan LPG nonsubsidi secara rutin, penyesuaian harga tersebut juga berpotensi membantu menekan biaya operasional di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online