China Bikin Mesin Chip Sendiri, Bebas dari Blokade AS!

Jumali
Jumali Rabu, 29 Juli 2026 09:47 WIB
China Bikin Mesin Chip Sendiri, Bebas dari Blokade AS!

Bendera China dan Amerika Serikat. Ilustrasi/Canva

Harianjogja.com, JOGJA— China mencapai tonggak sejarah baru dalam perlombaan teknologi global. Negara tersebut mulai memproduksi massal mesin litografi deep ultraviolet (DUV) imersi buatan dalam negeri, sebuah teknologi kunci untuk memproduksi cip semikonduktor canggih. Langkah ini menjadi upaya strategis China untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing di tengah pembatasan ekspor yang semakin ketat dari negara-negara Barat.

Produksi Dipimpin Perusahaan Milik Negara yang Relatif Baru

Berdasarkan laporan Reuters, produksi mesin DUV ini dipimpin oleh Shanghai Aishengna Electronic Technology Group, sebuah perusahaan milik negara China yang masih tergolong baru. Perusahaan ini dibentuk setelah menggabungkan tim dari sejumlah perusahaan rintisan litografi terkemuka di China, menjadikannya sebagai pusat pengembangan teknologi litografi nasional.

Media teknologi The Information sebelumnya melaporkan bahwa sebuah perusahaan yang didukung pemerintah China telah memulai produksi mesin tersebut. Perusahaan itu menargetkan memproduksi sekitar lima unit sepanjang 2026 dan meningkat menjadi sekitar 20 unit pada 2027 . Reuters kemudian mengonfirmasi identitas perusahaan tersebut sebagai Shanghai Aishengna Electronic Technology Group.

Alternatif Kunci di Tengah Pembatasan Ekspor

Mesin DUV buatan Aishengna disebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut sebelum dapat digunakan secara luas. Namun, jika berhasil, mesin ini akan menjadi alternatif penting bagi produsen cip China apabila pemerintah Barat semakin memperketat pembatasan ekspor maupun layanan purnajual peralatan litografi asing . Laporan The Information menyebutkan mesin DUV buatan China dijadwalkan mulai dikirim tahun ini kepada sejumlah produsen cip terbesar di China, termasuk Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), Hua Hong Semiconductor, dan ChangXin Memory Technologies (CXMT).

Latar Belakang Pembatasan dan Dampaknya

Selama beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat melarang China membeli mesin litografi extreme ultraviolet (EUV) tercanggih buatan ASML. Pemerintah Belanda juga membatasi ekspor beberapa mesin DUV berteknologi tinggi ke China. Namun, China tetap menjadi pasar penting bagi ASML. Pada paruh pertama 2026, sekitar 16% penjualan bersih perusahaan tersebut berasal dari China, karena produsen cip di negara itu masih terus membeli mesin DUV yang tidak termasuk dalam pembatasan paling ketat.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Teknologi

Produksi massal mesin litografi DUV ini merupakan bagian dari strategi besar China untuk mencapai kemandirian di sektor semikonduktor. Dengan adanya mesin ini, China berharap dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi asing yang rentan terhadap sanksi dan pembatasan. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa China serius dalam mengembangkan ekosistem semikonduktor domestik yang mandiri, meskipun masih menghadapi tantangan besar dalam hal kualitas dan efisiensi produksi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online