Dewas KPK Kaji Dugaan Pelanggaran Etik Staf KPK di Kasus Pemalang
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (5/8/2026) di zona hijau setelah menguat 0,50% atau 31,53 poin ke level 6.351. Penguatan indeks ditopang kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps), sementara sentimen positif pasar datang dari rilis pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II/2026.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG bergerak di kisaran 6.316-6.367 sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 422 saham menguat, 223 saham melemah, dan 318 saham ditutup stagnan.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan minat investor yang cukup tinggi. Volume transaksi mencapai 39,16 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,91 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp11.084 triliun.
Saham Big Caps Jadi Penopang IHSG
Penguatan IHSG didorong oleh sejumlah saham kapitalisasi besar yang mencatatkan kenaikan signifikan.
Saham DCII memimpin penguatan setelah melonjak 5,88% ke Rp200.000 per saham. Kenaikan juga terjadi pada BREN yang menguat 2,51% ke Rp3.330, AMMN naik 3,27% menjadi Rp4.420, BRPT bertambah 0,81% ke Rp1.870, DSSA menguat 3,39% ke Rp865, serta SRAJ naik 0,97% ke Rp13.000.
Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menjadi penekan indeks.
BBCA turun 0,77% ke Rp6.450, BBRI melemah 1,31% menjadi Rp3.020, BYAN terkoreksi 0,21% ke Rp12.050, BMRI turun 0,94% ke Rp4.220, TLKM melemah 2,87% menjadi Rp2.710, sedangkan MORA mengalami penurunan terdalam di kelompok tersebut dengan koreksi 11,29% ke Rp5.500.
Penguatan Berlanjut Dua Hari Berturut-turut
Kenaikan pada perdagangan hari ini menjadi penguatan kedua secara beruntun setelah IHSG juga ditutup menguat pada Selasa (4/8/2026).
Dalam sepekan terakhir, IHSG telah menguat 3,60%, sedangkan secara bulanan naik 8,09%.
Meski demikian, kinerja indeks secara jangka menengah masih berada di zona negatif. Dalam tiga bulan terakhir IHSG masih terkoreksi 8,90%, sementara secara year to date (YtD) pelemahannya mencapai 26,55%.
Pertumbuhan PDB Jadi Sentimen Positif
Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai penguatan pasar saham domestik dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026.
Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/YoY), memberikan optimisme bagi pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
"IHSG pada sesi I hari ini menguat 0,69% ke level 6.363, menyambut rilis data pertumbuhan PDB Indonesia yang mencapai 5,29% YoY pada kuartal II 2026," tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rabu (5/8/2026).
Selain faktor domestik, sentimen positif juga datang dari kawasan Asia. Bursa saham utama di Tokyo dan Seoul bergerak menguat setelah reli saham-saham sektor teknologi di Wall Street, sehingga turut menopang optimisme investor di pasar regional, termasuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Sri Sultan HB X melantik sembilan pejabat tinggi Pemda DIY dan menegaskan jabatan harus dibuktikan lewat integritas serta kinerja nyata.
Menko Polkam Djamari Chaniago menyebut sejumlah mal diminta membongkar pagar karena persoalan izin. Pemasangan pagar dipastikan bukan terkait isu keamanan Agust
Kejagung menggeledah rumah Don Ritto di Bandung dan menyita sejumlah dokumen terkait penyidikan dugaan korupsi serta TPPU Febrie Adriansyah.
Polres Karanganyar belum menemukan korban baru dalam kasus dugaan jual beli kursi pegawai BLUD RSUD Karanganyar. Penyidikan masih berlanjut.
Damkarmat Kota Jogja masih menunggu kekancingan Kraton Jogja untuk membangun pos damkar baru di Alun-Alun Utara.