10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes Agustus 2026

Jumali
Jumali Selasa, 01 September 2026 12:17 WIB
10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes Agustus 2026

Low Tuck Kwong/ Bisnis

Harianjogja.com, JOGJA— Sepuluh pengusaha Indonesia masih masuk dalam jajaran orang terkaya dunia versi Forbes berdasarkan data real-time per 31 Agustus 2026.

Daftar tersebut menunjukkan sumber kekayaan taipan Indonesia masih bertumpu pada berbagai sektor. Mulai dari batu bara, petrokimia, energi, perbankan, tembakau, pusat data, hingga perkebunan kelapa sawit.

Di posisi teratas terdapat Low Tuck Kwong. Pengusaha yang dikenal sebagai taipan batu bara itu memiliki kekayaan sekitar US$19,3 miliar dan menempati peringkat ke-142 orang terkaya di dunia.

Forbes mencatat kekayaan Low Tuck Kwong mengalami perubahan sekitar US$588,1 juta atau 2,96% berdasarkan data real-time tersebut. Sumber utama kekayaannya berasal dari sektor batu bara melalui Bayan Resources.

Prajogo Pangestu di Posisi Kedua

Posisi kedua ditempati Prajogo Pangestu dengan kekayaan sekitar US$16,8 miliar. Ia berada di peringkat ke-175 dalam daftar orang terkaya dunia.

Kekayaan Prajogo berkaitan erat dengan bisnis petrokimia dan energi. Forbes mencatat sejumlah aset bisnisnya berada di bawah kelompok Barito Pacific, termasuk Chandra Asri serta bisnis energi terbarukan.

Dengan kekayaan tersebut, Prajogo menjadi salah satu taipan Indonesia dengan portofolio bisnis energi yang terus berkembang.

Budi Hartono hingga Anthoni Salim

Di posisi berikutnya terdapat R. Budi Hartono dengan kekayaan sekitar US$16,4 miliar. Ia menempati peringkat ke-180 dunia.

Sumber kekayaan Budi Hartono berasal dari bisnis yang mencakup perbankan dan tembakau.

Setelah Budi Hartono, ada Anthoni Salim yang menempati peringkat ke-316 dunia. Kekayaannya tercatat mencapai sekitar US$11,1 miliar.

Forbes mencatat perubahan kekayaan Anthoni Salim sekitar US$44,2 juta atau 0,40% pada data yang digunakan.

Daftar 10 Taipan Indonesia

Selain empat nama tersebut, enam pengusaha atau keluarga pengusaha Indonesia lainnya juga masuk dalam jajaran miliarder dunia.

Berikut daftarnya berdasarkan data real-time Forbes per 31 Agustus 2026:

Peringkat di duniaNamaKekayaan
142Low Tuck KwongUS$19,3 miliar
175Prajogo PangestuUS$16,8 miliar
180R. Budi HartonoUS$16,4 miliar
316Anthoni SalimUS$11,1 miliar
368Tahir & familyUS$9,7 miliar
446Sri Prakash LohiaUS$8,6 miliar
462Otto Toto SugiriUS$8,3 miliar
705Marina BudimanUS$5,9 miliar
845Lim Hariyanto Wijaya SarwonoUS$5 miliar
900Theodore RachmatUS$4,8 miliar

Tahir & family berada di peringkat ke-368 dengan kekayaan US$9,7 miliar. Kekayaan keluarga tersebut berasal dari portofolio bisnis yang terdiversifikasi.

Di bawahnya terdapat Sri Prakash Lohia, yang menempati peringkat ke-446 dengan kekayaan US$8,6 miliar. Sektor petrokimia menjadi salah satu sumber utama kekayaannya.

Menariknya, bisnis teknologi juga mulai semakin terlihat dalam daftar taipan Indonesia.

Otto Toto Sugiri berada di peringkat ke-462 dunia dengan kekayaan US$8,3 miliar. Forbes mengaitkan sumber kekayaannya dengan sektor data centers.

Nama lain dari sektor yang sama adalah Marina Budiman. Ia menempati peringkat ke-705 dengan kekayaan sekitar US$5,9 miliar.

Ada Taipan dari Sawit dan Nikel

Sementara itu, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono berada di peringkat ke-845 dunia dengan kekayaan sekitar US$5 miliar.

Portofolio bisnisnya mencakup kelapa sawit dan pertambangan nikel.

Daftar tersebut ditutup oleh Theodore Rachmat. Ia menempati peringkat ke-900 dunia dengan kekayaan sekitar US$4,8 miliar.

Forbes mengategorikan sumber kekayaan Theodore Rachmat sebagai bisnis yang terdiversifikasi.

Perubahan harga saham dan nilai tukar membuat posisi serta kekayaan para miliarder dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, angka tersebut merupakan gambaran kekayaan berdasarkan data real-time Forbes pada periode pengambilan data, bukan nilai kekayaan yang bersifat tetap.

Daftar tersebut juga memperlihatkan semakin beragamnya sumber kekayaan taipan Indonesia. Jika sebelumnya nama-nama besar banyak berasal dari sektor komoditas dan perbankan, kini bisnis pusat data dan teknologi turut menjadi salah satu sumber kekayaan yang menonjol.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online