Erupsi Anak Krakatau, 42 Penerbangan di Bandara Bali Terdampak

Newswire
Newswire Minggu, 06 September 2026 18:27 WIB
Erupsi Anak Krakatau, 42 Penerbangan di Bandara Bali Terdampak

Foto ilustrasi maskapai penerbangan. - Freepik

Harianjogja.com, BADUNG— Sebanyak 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu (6/9/2026) sore. Puluhan penerbangan tersebut mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal setelah paparan abu vulkanik memengaruhi ruang udara penerbangan.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Gede Eka Sandi Asmadi mengatakan data tersebut merupakan pembaruan hingga pukul 15.30 Wita.

"Hingga Minggu pukul 15.30 Wita, berdasarkan pembaruan data penerbangan, terdapat sebanyak 42 penerbangan yang mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal," kata Gede Eka di Kabupaten Badung, Minggu.

Penerbangan Bali-Jakarta Paling Banyak Terdampak

Gede Eka merinci gangguan penerbangan terjadi pada sejumlah rute dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Untuk penerbangan kedatangan, sebanyak tujuh penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) dibatalkan.

Sementara itu, penerbangan keberangkatan dari Bali menuju Bandara Soekarno-Hatta mencatat jumlah pembatalan paling banyak.

Terdapat 30 penerbangan Bali-Jakarta yang dibatalkan, sedangkan satu penerbangan lainnya mengalami penundaan.

Selain rute Bali-Jakarta, gangguan juga terjadi pada penerbangan dari Bali menuju sejumlah bandara di Jakarta dan Bandung.

Sebanyak dua penerbangan menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dibatalkan. Dua penerbangan lainnya menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung juga mengalami pembatalan.

Dengan demikian, sebagian besar gangguan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu terjadi pada rute yang menghubungkan Bali dengan wilayah Jakarta.

Operasional Bandara Bali Tetap Berjalan

Meskipun puluhan penerbangan terdampak paparan abu vulkanik di ruang udara, pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan kondisi operasional bandara secara umum tetap berjalan.

"Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal," ujarnya.

Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memperbarui jadwal sekaligus menangani calon penumpang yang terdampak di terminal.

Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di ruang udara yang digunakan untuk penerbangan.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi ruang udara akibat aktivitas erupsi.

Penumpang Terdampak Dapat Layanan Khusus

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di terminal, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan fasilitas penanganan bagi calon penumpang yang penerbangannya mengalami penundaan.

Layanan tersebut diberikan kepada penumpang yang sudah berada di area terminal keberangkatan ketika penerbangannya terdampak gangguan.

"Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut menyiapkan layanan service recovery berupa pemberian minuman dan makanan ringan yang ditujukan kepada penumpang dari penerbangan terdampak yang telah berada di terminal bandara," kata dia.

Layanan pemulihan tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola bandara memberikan pelayanan kepada penumpang selama terjadi gangguan penerbangan.

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai mengimbau calon penumpang untuk tidak langsung berangkat menuju bandara sebelum memastikan status penerbangan mereka.

Penumpang diminta aktif mengecek informasi terbaru kepada maskapai masing-masing. Langkah tersebut penting untuk menghindari calon penumpang datang ke bandara ketika penerbangan mereka telah mengalami perubahan jadwal atau pembatalan.

Selain melalui maskapai, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan operasional kebandarudaraan melalui Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Informasi tersebut dapat dimanfaatkan calon penumpang untuk mendapatkan pembaruan mengenai kondisi penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Gangguan penerbangan ini terjadi di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan paparan abu vulkanik di ruang udara. Pengelola bandara bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online