24 Kendaraan Terjaring dalam Operasi Gabungan di Jalan Bantul, Ini Pelanggarannya
Dishub Jogja menjaring 24 kendaraan dalam operasi gabungan di Jalan Bantul. Mayoritas pelanggaran terkait masa berlaku uji KIR.
Jajaran Komisi C DPRD DIY saat meninjau langsung uji coba Kelok 23, Senin (14/9/2026)./Istimewa-Dokumen DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Beroperasinya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), khususnya akses Kelok 23, dinilai menjadi peluang baru untuk mengembangkan pariwisata di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY melihat keberadaan akses tersebut dapat memperbaiki konektivitas sekaligus membuka jalur menuju lebih banyak destinasi wisata. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan mobilitas, tetapi juga mendorong kunjungan, lama tinggal, dan belanja wisatawan.
Wakil Ketua Bidang Promosi dan Event PHRI DIY, Muhtar Habibi mengatakan peningkatan konektivitas melalui JJLS berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, termasuk tingkat okupansi hotel.
"Dari perspektif PHRI, beroperasinya JJLS, khususnya akses Kelok 23, merupakan perkembangan positif bagi pariwisata DIY karena dapat memperbaiki konektivitas dan membuka akses ke lebih banyak destinasi," kata Habibi, Rabu (16/9/2026).
Wisata Selatan Dinilai Punya Peluang Besar
Menurut Habibi, akses baru tersebut dapat memperkuat kawasan selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pariwisata DIY.
Namun, pembangunan infrastruktur jalan saja dinilai belum cukup untuk membuat wisatawan memperpanjang masa tinggal. Kawasan yang dilalui JJLS perlu dilengkapi dengan destinasi, aktivitas wisata, dan agenda yang mampu mendorong wisatawan untuk berhenti.
Karena itu, pengembangan destinasi perlu berjalan beriringan dengan penyelenggaraan event, aktivitas wisata, serta penyusunan paket perjalanan yang terintegrasi dengan akses JJLS.
"Diperlukan pengembangan destinasi, event, aktivitas wisata, serta paket perjalanan yang terintegrasi. Dengan begitu, wisatawan tidak sekadar melintas, tetapi terdorong untuk berhenti, menginap di hotel, memperpanjang masa tinggal, dan membelanjakan lebih banyak uang," ujarnya.
Konsep tersebut dinilai penting agar peningkatan konektivitas tidak hanya membuat perjalanan wisatawan menjadi lebih mudah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah yang dilalui.
PHRI Bidik Okupansi Hotel dan Belanja Wisatawan
Habibi mengatakan peningkatan belanja wisatawan berpotensi menciptakan efek berantai terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Pengeluaran wisatawan tidak hanya berpotensi masuk ke sektor akomodasi. Kuliner, transportasi, hingga produk ekonomi kreatif juga dapat memperoleh dampak dari meningkatnya aktivitas wisatawan.
Atas dasar itu, PHRI DIY memandang JJLS bukan semata-mata sebagai infrastruktur transportasi. Keberadaan jalur tersebut juga dapat menjadi peluang untuk memperluas pusat pertumbuhan pariwisata di DIY, khususnya di kawasan selatan.
"Jika akses tersebut diikuti dengan penguatan atraksi dan promosi destinasi, manfaatnya dapat dirasakan melalui peningkatan okupansi hotel, length of stay, serta belanja wisatawan," katanya.
Pengembangan Destinasi Jadi Kunci
PHRI DIY berharap pengembangan destinasi dan promosi dapat dilakukan seiring dengan beroperasinya JJLS Kelok 23.
Dengan adanya konektivitas yang semakin terbuka, wisatawan diharapkan tidak hanya menggunakan kawasan selatan sebagai jalur perjalanan menuju tempat lain. Mereka juga diharapkan tertarik berhenti, menikmati destinasi, menginap, dan melakukan aktivitas wisata di wilayah DIY.
Habibi pun berharap keberadaan JJLS pada akhirnya dapat ikut meningkatkan kunjungan wisatawan di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Jogja menjaring 24 kendaraan dalam operasi gabungan di Jalan Bantul. Mayoritas pelanggaran terkait masa berlaku uji KIR.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Kamis 17 September 2026 lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
KPK mendalami dugaan mahasiswa titipan dalam penerimaan maba Unsoed dengan memeriksa tiga wakil rektor dan empat saksi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 17 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Kemenkeu masih membahas kelanjutan perombakan pejabat DJP dan DJBC, termasuk proses penunjukan serta pelantikan pejabat.
Pemerintah mulai menerapkan Strategic Trade Management atau STM di sektor nuklir sebagai tahap awal sistem pengawasan perdagangan strategis.