Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Teror Rephaim Ancam Satu Kota
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Logo Anthropic/Anthropic
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Anthropic di Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian pasar setelah perusahaan pembuat Claude mengungkapkan prospektusnya. Anthropic menargetkan valuasi lebih dari US$2 triliun dalam pencatatan saham yang berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dunia.
Perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut secara rahasia mengajukan dokumen IPO di AS pada Juni 2026. Jika terealisasi, pencatatan saham Anthropic akan menjadi salah satu ujian penting bagi pasar publik dalam menilai perusahaan AI dengan kebutuhan modal dan infrastruktur yang sangat besar.
Anthropic diperkirakan akan masuk ke bursa setelah sebelumnya SpaceX mencatatkan IPO terbesar dunia pada Juni 2026. Di sisi lain, OpenAI yang juga telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia memastikan tidak akan melantai di bursa pada 2026.
Berikut sejumlah perusahaan yang menjadi perhatian dalam gelombang IPO raksasa, termasuk Anthropic, OpenAI, dan SpaceX.
Anthropic menjadi salah satu perusahaan AI yang paling dinanti untuk masuk pasar saham. Reuters melaporkan perusahaan tersebut menargetkan valuasi lebih dari US$2 triliun melalui IPO yang diperkirakan berlangsung setelah pemilu sela AS pada November 2026.
Perusahaan pembuat Claude tersebut sebelumnya menggalang US$65 miliar dalam putaran pendanaan pada Mei 2026 dengan valuasi post-money US$965 miliar. Pencapaian itu menempatkan Anthropic di atas pesaingnya, OpenAI, dalam valuasi privat pada saat itu.
Dalam prospektus IPO, Anthropic mengungkapkan besarnya kebutuhan investasi untuk menopang pengembangan AI. Perusahaan memperkirakan memiliki kewajiban sekitar US$518 miliar untuk layanan cloud, komputasi, dan infrastruktur pada tahun-tahun mendatang.
Anthropic juga mencatat kerugian bersih US$42 miliar pada 2025. Namun, angka tersebut perlu dibaca dengan konteks karena sekitar US$34 miliar berasal dari beban akuntansi yang berkaitan dengan peningkatan nilai estimasi instrumen pendanaan yang berpotensi dikonversi menjadi saham.
Di sisi lain, pendapatan Anthropic meningkat sekitar 12 kali lipat pada 2025 menjadi hampir US$4,6 miliar. Perusahaan juga memiliki kas, setara kas, dan investasi jangka pendek sekitar US$20,28 miliar per 31 Desember 2025.
Reuters sebelumnya melaporkan tahap pemasaran IPO Anthropic dapat dimulai paling cepat pada pertengahan Oktober, meski waktu pelaksanaan masih dapat berubah. Penawaran tersebut juga diperkirakan berlangsung setelah pemilu sela AS.
Jika terealisasi, Anthropic akan menjadi perusahaan AI frontier besar pertama yang mencatatkan sahamnya ke publik dalam gelombang IPO tersebut dan dapat menjadi acuan bagi investor dalam menilai perusahaan AI dengan valuasi sangat besar.
OpenAI juga telah membuka jalan menuju pasar saham, tetapi perusahaan pembuat ChatGPT tersebut tidak akan melakukan IPO pada 2026.
CEO OpenAI Sam Altman mengatakan pada September bahwa IPO tidak akan dilakukan tahun ini. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan perhatian perusahaan terhadap keselamatan dan alignment AI.
Altman juga menanggapi kemungkinan risiko AI yang dapat menyebabkan kepunahan manusia. Ketika ditanya mengenai risiko sebesar 10 persen, ia mengatakan angka tersebut tidak dapat ditoleransi dan menekankan bahwa perusahaan AI serta pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengelola risiko tersebut.
Sebelumnya, OpenAI telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia pada Juni 2026. Perusahaan disebut berpotensi mengejar valuasi hingga sekitar US$1 triliun dalam penawaran saham mendatang. Reuters melaporkan OpenAI diperkirakan baru dapat melantai pada awal 2027.
Dengan demikian, persaingan menuju pasar publik antara Anthropic dan OpenAI belum berakhir, tetapi jadwal keduanya kini berbeda. Anthropic bergerak menuju penawaran pada akhir 2026, sementara OpenAI telah mengesampingkan IPO untuk tahun ini.
Berbeda dari Anthropic dan OpenAI, SpaceX sudah berhasil mencatatkan sahamnya di pasar publik pada Juni 2026.
Perusahaan milik Elon Musk tersebut melakukan IPO pada 12 Juni dengan menggalang dana US$75 miliar, menjadikannya IPO terbesar dunia. Rekor itu melampaui penawaran umum perdana Saudi Aramco pada 2019.
Sebelum penawaran berlangsung, SpaceX menetapkan harga IPO US$135 per saham dan menargetkan penggalangan dana US$75 miliar dengan valuasi sekitar US$1,75 triliun.
Pada hari pertama perdagangan, saham SpaceX melonjak dan ditutup sekitar US$160 per saham, sehingga valuasi perusahaan berada di sekitar US$2 triliun pada awal perdagangan. Reuters kemudian mencatat saham tersebut masih diperdagangkan di atas harga IPO meski telah mengalami penurunan dari level debutnya.
SpaceX menggunakan ticker SPCX di Nasdaq. Dana IPO antara lain diarahkan untuk memperluas kemampuan komputasi AI dan jaringan satelit perusahaan.
IPO tersebut menjadi tonggak penting bukan hanya bagi SpaceX, tetapi juga bagi pasar modal AS. Setelah SpaceX berhasil menghimpun US$75 miliar, perusahaan AI seperti Anthropic dan OpenAI mendapat contoh nyata mengenai besarnya modal yang dapat dihimpun perusahaan teknologi berkapitalisasi sangat besar melalui pasar publik.
Gelombang IPO raksasa 2026 memperlihatkan semakin besarnya kebutuhan perusahaan teknologi terhadap akses modal publik. SpaceX telah membuktikan skala dana yang dapat dihimpun, sementara Anthropic kini mempersiapkan penawaran dengan target valuasi di atas US$2 triliun.
Bagi Anthropic, kebutuhan modal tersebut berkaitan erat dengan biaya komputasi dan infrastruktur AI. Prospektusnya menunjukkan perusahaan memperkirakan kewajiban US$518 miliar untuk kebutuhan cloud, komputasi, dan infrastruktur dalam beberapa tahun mendatang.
OpenAI mengambil jalur berbeda dengan menunda IPO hingga setidaknya 2027, sedangkan SpaceX sudah menjadi perusahaan publik. Perbedaan jadwal tersebut membuat ketiga perusahaan berada pada tahap berbeda dalam perjalanan menuju pasar modal.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada jadwal final IPO Anthropic, harga penawaran, jumlah saham yang ditawarkan, dan valuasi yang akhirnya diterima pasar. Sampai saat ini, Anthropic masih berada dalam tahap persiapan menuju pencatatan saham, sehingga angka valuasi di atas US$2 triliun masih merupakan target, bukan nilai pasar yang sudah terbentuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP