Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan

Patricia Yashinta
Patricia Yashinta Sabtu, 03 Oktober 2026 18:07 WIB
Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan

Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim./ Dok. KCIC\r\n

Harianjogja.com, BOGOR—Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengkaji keberlanjutan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Pemerintah ingin memastikan layanan kereta cepat tersebut tetap berjalan sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan pembahasan dan due diligence terhadap Whoosh masih berlangsung. Pemerintah belum menentukan langkah atau skema yang akan ditempuh untuk menangani persoalan kereta cepat tersebut.

“Yang penting kan jangan sampai Whoosh ini berhenti. Servisnya, pelayanan dari Whoosh ini terus jalan, tapi beban fiskalnya juga impact pada beban fiskalnya bisa diminimize,” kata Juda dalam Media Briefing APBN 2027 di Bogor, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Menurut Juda, proses kajian tersebut diperlukan untuk mencari penyelesaian yang tetap menjaga keberlangsungan layanan Whoosh. Pada saat yang sama, pemerintah mempertimbangkan dampaknya terhadap keuangan negara.

Due Diligence Masih Berlangsung

Juda mengatakan pemerintah masih melakukan pembahasan serta due diligence terhadap Whoosh. Karena proses tersebut belum selesai, pemerintah belum menyampaikan keputusan mengenai langkah yang akan diambil.

“Oleh sebab itu sekarang ini terus dilakukan pembahasan, dilakukan due diligence terhadap Whoosh ini,” ujarnya.

Dia mengatakan penyelesaian persoalan Whoosh perlu tetap memperhatikan kondisi fiskal. Pemerintah masih mencari cara agar keberlangsungan layanan dapat dijaga tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap keuangan negara.

“Jadi tujuannya tetap fiskalnya nggak tercapai dicari cara-cara untuk menyelesaikan masalah ini. Itu intinya seperti itu,” kata Juda.

Sejumlah Aspek Teknis Masih Dikaji

Juda menambahkan masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu dikaji dan dipastikan sebelum pemerintah menentukan langkah lebih lanjut.

“Ya ini tentu masih banyak hal-hal teknis yang perlu dilakukan, dipastikan. Dan juga tadi, due diligence terus dilakukan,” pungkasnya.

Dengan demikian, hingga Sabtu (3/10/2026), pemerintah masih berada pada tahap pembahasan dan due diligence. Belum ada keputusan mengenai skema yang akan ditempuh untuk menangani persoalan Whoosh.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menyisakan tantangan finansial yang cukup berat akibat beban utang yang sangat besar. Sebagian besar pembiayaan proyek ini ditanggung melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan nilai yang membengkak setelah mengalami skema pembengkakan biaya (cost overrun).

Beban cicilan pokok beserta bunganya kini menjadi tantangan serius bagi konsorsium BUMN yang tergabung dalam PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sehingga memerlukan strategi pengelolaan keuangan dan dukungan operasional yang matang agar tidak membebani APBN dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online