Keselamatan Penerbangan Indonesia di Atas Rata-Rata Global, Ini Datanya

Newswire
Newswire Sabtu, 10 Oktober 2026 12:27 WIB
Keselamatan Penerbangan Indonesia di Atas Rata-Rata Global, Ini Datanya

Foto ilustrasi maskapai penerbangan. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Keselamatan penerbangan Indonesia mendapat apresiasi dari Presiden Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Toshiyuki Onuma. Indonesia mencatatkan nilai implementasi efektif keselamatan penerbangan sebesar 78,85%, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.

Apresiasi tersebut disampaikan Onuma dalam Resepsi Diplomatik Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Markas Besar ICAO, Montreal, Kanada, Kamis (8/10/2026). Acara itu dihadiri sekitar 200 undangan dari negara-negara anggota ICAO.

"Indonesia secara konsisten menunjukkan standar keselamatan dan keamanan di atas rata-rata global, yang mencerminkan komitmennya terhadap standar tertinggi," kata Onuma dalam keterangan pers dari KBRI Ottawa yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Selain mengapresiasi aspek keselamatan, Onuma menyoroti kontribusi Indonesia dalam membantu pengembangan kapasitas penerbangan di negara-negara berkembang.

Sejak bergabung dengan ICAO pada 1950, Indonesia telah membagikan keahliannya kepada lebih dari 60 negara melalui program Indonesia Developing Countries Training Program (DCTP).

Indonesia Kembali Mencalonkan Diri sebagai Anggota Dewan ICAO

Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO untuk periode 2026–2028. Hasil pemilihan anggota tersebut dijadwalkan diumumkan dalam Sidang ke-43 Majelis Luar Biasa ICAO pada 19–20 November 2026.

Peluang Indonesia untuk berkontribusi di tingkat internasional terbuka seiring bertambahnya jumlah anggota Dewan ICAO, dari 36 menjadi 40 negara.

Duta Besar RI untuk Kanada sekaligus Wakil Tetap RI untuk ICAO, Muhsin Syihab, menjelaskan perkembangan Indonesia tidak terlepas dari peran sektor aviasi. Penerbangan sipil, menurut dia, telah menghubungkan Indonesia dengan dunia dan membuka kesempatan yang lebih luas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, yang hadir mewakili pemerintah, juga menegaskan pentingnya penerbangan bagi masyarakat Indonesia.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak melihat penerbangan sipil hanya sebagai industri, tetapi juga sebagai cara hidup yang menghubungkan komunitas," kata Lukman.

Dia menambahkan konektivitas udara menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus penghubung antardaerah di Tanah Air.

Sektor Penerbangan Layani Puluhan Juta Penumpang

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menunjukkan sektor penerbangan Indonesia melayani 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional hingga semester pertama 2026.

Layanan tersebut beroperasi melalui 257 bandara, dengan 297 rute domestik dan 160 rute internasional. Operasional penerbangan didukung oleh 14 maskapai nasional dan 59 maskapai asing.

Dari aspek keselamatan, hasil audit International Civil Aviation Organization Universal Safety Oversight Audit Programme (ICAO USOAP) menunjukkan nilai effective implementation Indonesia mencapai 78,85%.

Capaian itu lebih tinggi daripada rata-rata global sebesar 70,6% dan rata-rata kawasan Asia Pasifik sebesar 69,6%.

Indonesia juga mencatatkan nilai 88,53% dalam audit keamanan penerbangan ICAO USOAP. Angka tersebut berada jauh di atas target global sebesar 75%.

Indonesia Pernah Duduk di Dewan ICAO Selama 12 Periode

ICAO dibentuk pada 1947. Indonesia pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode dalam rentang 1962 hingga 2001.

Untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan partisipasi dalam berbagai pertemuan di markas besar organisasi tersebut, Indonesia membuka Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO (KKIP ICAO) di Montreal pada 2012.

Dalam satu tahun terakhir, Indonesia juga tercatat aktif memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, berbagi keahlian, hingga bantuan finansial untuk meningkatkan kapasitas sektor penerbangan.

Kontribusi itu menjadi bagian dari keterlibatan Indonesia dalam pengembangan penerbangan sipil di tingkat internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online