Kemenhub Pantau Dampak Insiden Riyadh terhadap Penerbangan RI

Newswire
Newswire Selasa, 13 Oktober 2026 11:57 WIB
Kemenhub Pantau Dampak Insiden Riyadh terhadap Penerbangan RI

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memantau dampak insiden keamanan di Riyadh, Arab Saudi, terhadap operasional penerbangan internasional yang melibatkan penumpang dari Indonesia. Pemerintah memastikan informasi mengenai perubahan jadwal dan rute penerbangan disampaikan secara akurat kepada masyarakat.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara mencatat, berdasarkan pemantauan per 12 Oktober 2026, sejumlah penerbangan transit menuju Riyadh mengalami pembatalan. Sejumlah maskapai internasional juga melakukan penyesuaian rute perjalanan penumpang yang terhubung melalui berbagai bandara transit.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan pemerintah terus mengawasi operasional maskapai penerbangan internasional. Komunikasi dengan para pemangku kepentingan sektor penerbangan juga dilakukan secara intensif untuk mengikuti perkembangan situasi di Arab Saudi.

“Prioritas kami adalah memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi perhatian utama. Sekaligus mendorong agar penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang jelas dari maskapai,” ujar Lukman di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan ke Riyadh

Penyesuaian operasional dilakukan sejumlah maskapai asing setelah insiden keamanan tersebut. Qatar Airways, misalnya, membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dari Doha menuju Riyadh pada 9 dan 10 Oktober 2026.

Maskapai tersebut juga mengalihkan jadwal keberangkatan penumpang melalui beberapa kota alternatif di wilayah Arab Saudi. Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian perjalanan bagi penumpang yang terdampak perubahan operasional penerbangan.

Emirates turut membatalkan penerbangan menuju sejumlah kawasan di Arab Saudi, meliputi Riyadh, Jeddah, Madinah, dan Dammam, pada periode tertentu. Selain itu, beberapa maskapai asing lainnya melakukan pengalihan rute hingga menghentikan sementara seluruh layanan penerbangan menuju Riyadh.

Kondisi tersebut membuat penumpang yang menggunakan penerbangan transit perlu memastikan kembali jadwal dan jalur perjalanan mereka. Perubahan operasional dapat memengaruhi rencana perjalanan, terutama bagi penumpang yang memiliki tujuan akhir di Riyadh atau kota lain yang terhubung melalui bandara transit.

Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Masih Normal

Di tengah penyesuaian penerbangan internasional tersebut, layanan komersial langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi terpantau masih beroperasi normal. Sejumlah penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah tetap berjalan, demikian pula layanan penerbangan Saudia.

Meski demikian, Kemenhub mengingatkan penumpang yang memiliki jadwal penerbangan transit untuk memeriksa status keberangkatan secara berkala. Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal informasi resmi masing-masing maskapai agar penumpang memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal, rute, maupun perubahan layanan.

Penumpang yang mendapati perubahan jadwal pada tiket perjalanan juga diminta segera menghubungi maskapai terkait. Langkah tersebut diperlukan agar penumpang memperoleh penjelasan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi penerbangan masing-masing.

Ditjen Perhubungan Udara mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi dari otoritas penerbangan. Masyarakat juga diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi untuk mencegah kesalahpahaman mengenai situasi lalu lintas udara internasional.

Pemantauan terhadap perkembangan situasi dan operasional maskapai terus dilakukan. Kemenhub menegaskan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan penerbangan serta kejelasan informasi bagi penumpang yang terdampak perubahan perjalanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : RRI.co.id

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online