7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Ilustrasi (miron-constructionnews.com)
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/07/rupiah-melemah-untungkan-emiten-tambang-365380/3d-chrome-dollar-symbol" rel="attachment wp-att-365386">http://images.harianjogja.com/2013/01/iStock_000003282632Medium-310x310.jpg" alt="" width="310" height="310" />JAKARTA –- Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dinilai akan menguntungkan emiten di sektor perkebunan dan pertambangan.
Kepala Riset PT Bahana Securities Harry Su mengatakan setiap 1% pelemahan nilai rupiah terhadap dollar AS, memiliki sensivitas 1,6% penurunan rasio laba bersih per saham (earnings per share/EPS).
“Seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang terlemah di kawasan, kami telah melakukan analisis sensivitas terhadap 74 emiten non finansial,” katanya dalam risetnya, Senin (7/1/2013).
Berdasarkan hasil kajian itu, sambungnya, setiap 1% pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (rerata asumsi Rp9.450), saham non keuangan akan mengalami penurunan EPS sebesar 1,6% yang mencerminkan pertumbuhan 7,8% secara tahunan dari posisi saat ini 9,4%.
Selama krisis Eropa masih belum terselesaikan, menurutnya, nilai tukar rupiah akan tetap tertekan terhadap dollar AS. “Kami mencatat tahun lalu dollar AS menguat 6,2 persen terhadap rupiah pada level Rp9.638,” ujarnya.
Dalam kondisi pelemahan nilai tukar rupiah tersebut, Harry mengatakan emiten sektor pertambangan emas, batu bara, dan perkebunan akan diuntungkan seperti Aneka Tambang, Sampoerna Agro, Salim Ivomas, Astra Agro, Timah, dan United Tractors.
“Akan tetapi, kami mengingatkan investor bahwa keuntungan dari pelemahan rupiah bisa secara mudah di offset oleh penurunan harga komoditas yang cenderung terjadi seiring penguatan dollar AS,” jelasnya.
Di pihak lain, Harry menilai pelemahan nilai tukar rupiah akan menggerus keuntungan emiten yang memiliki utang dollar AS dengan jumlah besar seperti PT Delta Dunia Tbk, PT Bakrie Plantations Tbk, dan PT Indosat Tbk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.