Cadangan BBM Cukup untuk 21 Hari

Senin, 07 Januari 2013 11:44 WIB
Cadangan BBM Cukup untuk 21 Hari

MAKASSAR, 28/12 - BBM TIDAK NAIK. Seorang petugas mengisi BBM jenis premium ke kendaraan roda dua di Stasiun Pengisiran Bahanbakar Umum (SPBU) di Makassar, Sulsel, Kamis (27/12). Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan BBM bersubsidi pada tahun 2013 karena arus investasi dan pertumbuhan ekonomi berjalan lancar dan pemerintah memprediksi subsidi energi tahun 2013 turun menjadi Rp. 272,4 triliun yakni subsidi BBM senilai Rp. 193,8 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp. 78,6 triliun. FOTO ANTARA/Yusran Uccan

http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/07/cadangan-bbm-cukup-untuk-21-hari-365388/seorang-petugas-mengisi-bbm-jenis-premium-ke-kendaraan-roda-dua-di-stasiun-pengisiran-bahanbakar-umum-spbu-di-makassar-sulsel-kamis-2712" rel="attachment wp-att-365389">http://images.harianjogja.com/2013/01/Harga-BBM-281212-YU1-370x237.jpg" alt="" width="370" height="237" />JAKARTA -- Pemerintah menilai Indonesia cukup bertahan dengan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 21 hari. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan Indonesia tidak perlu menaikan atau menurunkan cadangan BBM. Dengan cadangan BBM selama 21 hari, Indonesia mampu bertahan.

“Tidak pakai menurunkan, sampai saat ini kita punya cadangan 21 hari, itu bertahan saja sudah syukur. Jadi jangan minta dinaikan atau diturunkan. Karena keduanya berisiko, yang satu ke uang yang satu ke security, itu masalah optimasi saja,” kata Rudi, Senin (7/1/2013).

Indonesia memang memiliki target untuk mencapai elastisitas energi lebih kecil dari 1 pada 2025. Namun, lanjut Rudi, elastisitas energi kecil bisa dicapai bila memiliki cadangan energi yang besar. Sementara PT Pertamina (Persero) yang memiliki cadangan BBM selama 21 hari saja sudah menjerit minta dikurangi.

Pasalnya, semakin panjang cadangan, maka uang yang dikeluarkan juga akan semakin banyak. “Maka pertamina menjerit ingin memotong jadi seminggu saja karena itu kan dananya sekian miliar. Sekarang tinggal dipertimbangkan, mau kita secure elastisitasnya bagus tetapi ada uang diam lebih banyak atau uang yang diam lebih sedikit bisa dipakai untuk yang lain tapi kita punya security of energy pendek, itu cuma pilihan.”

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan Pertamina sudah mengeluarkan anggaran pribadi sekitar US$2,6 miliar untuk bisa menghasilkan cadangan BBM untuk 20-21 hari.

Pihaknya tidak keberatan jika cadangan BBM ditingkatkan menjadi 33 hari. Namun yang paling penting siapa yang akan menanggung nantinya. “Tergantung dari kebaijakannya, pemerintah atau siapa yang akan nanggung, itu yang penting. Saat ini Pertamina punya cadangan 20-21 hari,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online