Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
http://images.harianjogja.com/2013/02/koperasi1-323x310.jpg" alt="" width="323" height="310" />JOGJA -- Tidak semua koperasi di Jogja beroperasi dengan baik. Dari data Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Jogja, hingga akhir 2012 terdapat 565 koperasi. Dari jumlah tersebut 23% atau 101 koperasi masuk kategori pasif.
Kepala Seksi Bimbingan Usaha Bidang Koperasi Disperindagkoptan Jogja, Imam Nur Wahid mengatakan, koperasi yang sudah tidak aktif tersebut sebagian besar merupakan koperasi karyawan yang induknya sudah tidak ada. Selain itu, koperasi umurnya sudah sangat tua. Koperasi menjadi pasif akibat manajemen yang kurang baik dan sumber daya manusia yang mengelola kurang.
Menurutnya, cukup sulit untuk membantu 101 koperasi agar aktif lagi. Pasalnya pihaknya dalam setahun paling banyak hanya bisa melakukan pendampingan terhadap 10 koperasi.
“Koperasi pasif itu karena tidak ada kegiatan sama sekali. Penyebabnya, karena pengurusnya sudah tidak ada, kantornya tidak ada atau sebagian marger,” terang Imam di kantornya, Senin (25/2/2013).
Sejatinya, sambung Imam, pertumbuhan koperasi di Jogja hingga akhir 2012 cukup bagus. Dari sebanyak 551 koperasi (2011), muncul koperasi baru sebanyak 23 unit selama 2012. Dengan demikian, total koperasi yang terdaftar sebanyak 574 unit. Sampai awal 2013, tinggal 565 koperasi yang terdaftar di Disperindagkoptan. Dari 565 koperasi tersebut, lanjut Imam, total anggotanya sebanyak 84.877 orang dengan total aset sebanyak Rp328,2 Miliar.
Imam mengatakan, untuk membubarkan suatu koperasi sangat sulit dilakukan. Pasalnya, hal itu menyangkut pendataan aset, tanggungan serta berdasarkan keputusan anggota. Pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada 101 koperasi tersebut. Kecuali, bila proses pembinaan dinilai gagal koperasi tersebut layak untuk dibubarkan.
“Setelah kami evaluasi, ada tiga koperasi yang dibubarkan pada 2012. Alasannya bangkrut dan satu koperasi merger dengan induknya. Salah satunya, Koperasi DAMRI yang dibubarkan karena manajemen pindah ke Purworejo,” katanya.
DATA KOPERASI
2011 551 unit
2012 574 unit
2013 565 unit
Selama 2012-2013 :
Tumbuh 23 koperasi baru
6 koperasi dibubarkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
UIN Sunan Kalijaga masuk kelompok 801–1000 dunia THE WUR 2027 dan tercatat di posisi kedua nasional bersama sejumlah kampus Indonesia.
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Program JSB 2026 menargetkan 100.000 pekerja rentan di minimal 10 provinsi melalui bantuan JKK dan JKM selama enam bulan.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.