Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
JAKARTA—Peringkat Indonesia terus turun sejak 2010 sebagai negara tujuan investasi di sektor tambang. Tahun ini, Indonesia duduk di posisi paling buncit di peringkat 96.
Meski dianugrahi sumber daya alam yang melimpah, ternyata tidak serta-merta menarik perhatian perusahaan tambang untuk berinvestasi. Posisi Indonesia bahkan lebih buruk dari negara tetangganya, Vietnam dan Filipina.
Faktor-faktor seperti tingginya tingkat korupsi, ketidakpastian hukum terutama dari pemerintah daerah serta aturan terkait lingkungan, membuat Indonesia dinilai sebagai negara tujuan investasi paling berisiko.
Belum lagi soal faktor kelanjutan kebijakan pengetatan ekspor bijih mineral. Bahkan, sebuah perusahaan ada yang berkomentar bahwa izin dari Kemenhut sengaja dilama-lamakan terbitnya.
Hal itu tertuang dalam laporan tahunan Survei Perusahaan Tambang 2012/2013 yang disusun oleh Fraser Institute yang dirilis akhir Februari lalu. Dari 96 yurisdiksi/wilayah/negara yang disurvei, Indonesia berada di peringkat paling akhir.
Peringkat itu cerminan dari skor Policy Potential Index (PPI) yang mengukur daya tarik kebijakan di 96 yurisdiksi yang disurvei. Indeks tersebut merupakan gabungan dari 17 faktor kebijakan yang bisa mempengaruhi keputusan investasi sebuah perusahaan.
Peringkat Indonesia terus turun dari posisi 62 (dari 72 negara) di 2010, 70 (dari 79 negara) di 2011, 85 (dari 93 negara) di 2012, serta posisi 96 (dari 96 negara) di 2013.
Tahun ini, skor indeks Indonesia hanya 9,4. Sementara, Finlandia keluar sebagai negara dengan daya tarik investasi paling tinggi, dengan indeks paling tinggi yaitu 95,5.
Selain Finlandia, yurisdiksi lainnya yang berada di 10 besar adalah Swedia, Alberta, New Brunswick, Wyoming, Irlandia, Nevada, Yukon, Utah, dan Norwegia. Utah dan Norwegia adalah pendatang baru dalam daftar 10 besar ini, menggantikan Quebec dan Saskatchewan.
Sementara itu selain Indonesia, yurisdiksi lain yang masuk dalam daftar 10 negara terburuk untuk tujuan investasi di sektor tambang adalah Vietnam, Venezuela, Kongo, Kyrgyzstan, Zimbabwe, Bolivia, Guatemala, Filipina, dan Yunani.
Kongo turun signfikan dari peringkat 76 tahun lalu, jadi 93 tahun ini. Demikian halnya dengan Zimbabwe, turun dari peringkat 74 tahun lalu, jadi 91 tahun ini.
Sementara, Honduras dan India berhasil keluar dari 10 besar negara tujuan investasi terburuk. Peringkat Honduras naik dari 93 menjadi 83, sedangkan peringkat India naik dari 89 ke 81.
Survei disebarkan kepada hampir 4.100 orang manager dan eksekutif di seluruh dunia, yang duduk di perusahaan yang terlibat di eksplorasi tambang, pengembangan, dan aktivitas lainnya yang berkaitan. Survei diadakan sejak 9 Oktober 2012 hingga 6 Januari 2013.
Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi di survei ini juga melaporkan total biaya eksplorasi tambang yang mereka keluarkan pada 2012 sebesar US$6,2 miliar, meningkat hampir 15% dari 2011 sebesar US$5,4 miliar.
Muhammad Alfatih, analis PT Samuel Sekuritas mengatakan hasil survei ini hanya akan berpengaruh terhadap calon-calon investor baru yang berniat investasi di Indonesia. Meski Indonesia ada di peringkat terakhir, itu sudah dipahami oleh investor lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Cristiano Ronaldo mengisyaratkan musim 2026-27 bisa menjadi tahun terakhirnya sebagai pesepak bola profesional setelah karier lebih dari 20 tahun.
PLN menyiagakan 45.000 personel di 2.275 titik untuk menjaga keandalan listrik HUT RI ke-81 dengan cadangan daya 9 GW.