Wapres Imbau Agar Daerah Waspada 5 Poin Antisipasi Inflasi

Kamis, 09 Mei 2013 12:06 WIB
Wapres Imbau Agar Daerah Waspada 5 Poin Antisipasi Inflasi

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)

JAKARTA-Wakil Presiden RI Boediono menyatakan ada lima poin penting yang harus diwaspadai daerah, untuk mengantisipasi tingginya tingkat inflasi. Tujuannya, untuk menjaga kestabilan harga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lima poin itu, dihimbau Wapres agar segera diantisipasi oleh pemerintah daerah dan kepala derah, juga tim pengendali inflasi daerah (TPID) di seluruh Indonesia.

Lima poin itu, menurut Wapres yakni pertama meningkatkan fungsi TPID menjadi lebih efektif. Dengan menginstropeksi atau mengevaluasi kinerjanya. Mulai dari format organisasi, agenda yang dilaksanakan, monitoring dan follow up kegiatan.

Kedua, masalah logistik, terutama di bidang logistik pangan. Baik dari sisi infrastruktur, dan juga aturan pendukung kelancaran arus logistik tersebut.

"Saya harap ada identifikasi, aturan-aturan mana saja, baik di daerah atau di pusat yang menghambat. Dan dicari solusi penanggulangannya," ujar Wapres dalam pembukaan Rakornas IV TPID dengan tema memperkuat kerjasama daerah untuk meningkatkan perekonomian domestik dan menjaga stabiltas harga untuk kesejahteraan masyarakat, di Jakarta, kemarin.

Ketiga, katanya, yang harus diwaspadai dalam antisipasi inflasi daerah juga masalah iklim usaha dan investasi. Bukan hanya yang bersifat jangka pendek, namun jangka panjang. Karena itu, pimpinan daerah juga harus menelaah faktor-faktor yang dapat memengaruhi dan menghambat inflasi tersebut.

Keempat, yakni masalah ketahanan pangan, yang menjadi komoditi utama yang memengaruhi inflasi. Juga komoditi lainnya yang memengaruhi kelompok masyarakat miskin.

Poin kelima, menurut Wapres yang harus diwaspadai juga terkait sistem respon daerah terhadap bencana, terutama dengan terjadinya perubahan iklim saat ini. Karena, lanjutnya, adanya bencana akan cukup besar memengaruhi kestabilitasan inflasi daerah.

Dia juga menyatakan upaya pengendalian inflasi itu, harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan juga masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online