Indonesia-Malaysia Segera Perdagangkan Energi Listrik

Rabu, 12 Juni 2013 11:02 WIB
Indonesia-Malaysia Segera Perdagangkan Energi Listrik

Ilustrasi PLN (JIBI/Solopos/Antara)

JAKARTA—Indonesia dan Malaysia segera merealisasikan rencana ekspor-impor tenaga listrik sebesar 1.000 MW.

Proyek transmisi kelistrikan dalam koridor Asean Power Grid dari Kalimantan Barat ke Sarawak, Malaysia ditargetkan beroperasi mulai 2015.

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PLN, PT PLN Murtaqi Syamsuddin mengatakan proyekinterkoneksi yang merupakan kerja sama antara PT PLN dengan Sarawak Electricity Supply Corporation (Sesco) terbagi dalam empat paket pengerjaan yang ditenderkan.

“Proyek jaringan transmisi ini terdiri dari empat paket dan sudah mulai direalisasikan,” jelasnya seperti dilaporkan harian Bisnis Indonesia, Rabu (12/6/2013).

Murtaqi menjelaskan paket pertama merupakan jaringan transmisi 275 kV ruas Bengkayang-Jagoi babang. Paket kedua Gardu Induk (GI) Bengkayang dengan tegangan dari 275kV/150kV.

Adapun paket ketiga adalah jaringan transmisi 150 kV dari Bengka yang ke Ngabang dan ke Tayang dan keempat adalah GI Ngabang dengan tegangan 150 kV/20kV dan GI Tayan 150kV/20kV.

Dari empat paket tersebut, lanjutnya, tiga paket sudah dikontrakkan kepada tiga investor pada April 2013. Untuk paket pertama dikerjakan oleh PT Bukaka Teknik Utama, paket kedua oleh CG Consortium dan paket ketiga oleh konsorsium KEC dan Mitsubishi Corporation. Sementara itu, paket keempat masih dalam tahap negoisasi kontrak.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online