OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Harianjogja.com, JOGJA—Tingkat hunian hotel di momen Lebaran 2013 turun jika dibandingkan periode yang sama 2012 lalu.
Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M. Danunegoro mengatakan, momen Lebaran biasanya menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh industri perhotelan di DIY.
Namun sayangnya dua tahun ini, jumlah tamu hotel di momen tersebut terus menurun.
"Secara okupansi tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Penurunannya sekitar 15 hingga 20 persen," katanya, akhir pekan lalu.
Dia mengatakan, penurunan tingkat hunian kamar sangat terasa pada H-5 hingga hari pertama Lebaran. Menurut dia, di tahun-tahun sebelumnya di hari-hari tersebut, biasanya hotel di DIY sudah dipenuhi oleh tamu-tamu yang menginap. "Tapi tahun ini ramainya baru H+1 sampai sekitar H+5," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Fête de la Musique 2026 digelar di Jogja, hadirkan musisi emerging dan perkuat kolaborasi budaya Indonesia–Prancis.
UGM teliti fenomena api di Seyegan Sleman, analisis georadar dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gas dalam retakan tanah.
Kejagung geledah kasus korupsi MBG di Jakarta dan Bandung, 4 tersangka termasuk pejabat BGN, bukti elektronik disita.
Pemerintah bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 untuk pemerataan pendidikan, termasuk di IKN dan berbagai daerah.
DPP PKB menetapkan pengurus DPC PKB DIY 2026-2031. Seluruh posisi sekretaris di lima kabupaten/kota diisi kader perempuan.