Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Harianjogja.com, JOGJA—Melemahnya rupiah terhadap dolar mulai berimbas pada berbagai sektor bisnis. Salah satunya yakni industri jasa pengiriman karena melemahnya rupiah tersebut ternyata membuat pertumbuhan bisnis kiriman secara umum mengalami perlambatan pertumbuhan, dari rata-rata 50% menjadi hanya 20%.
Ketua DPW Asperindo DIY Marsudi mengatakan, perlambatan paling terasa bagi perusahaan yang bermain di pasar internasional.
"Perlambatan pertumbuhan memang tidak terjadi di semua perusahaan. Untuk domestik memang tidak terlalu berpengaruh, namun yang berat yakni pasar internasional," kata dia, di Bale Raos Jogja, Kamis (29/8).
Menurut dia, imbasnya, bukan hanya pada harga produk karena gejolak nilai tukar. Tetapi juga pada tarif jasa pengiriman.
"Hal itu membuat beban bagi konsumen menjadi berlipat. Ini menjadi salah satu faktor penyebab turunnya pertumbuhan," kata Marsudi.
Dia menambahkan, melemahnya rupiah terhadap dolar ini menjadi pukulan yang cukup besar bagi industri pengiriman barang, setelah sebelumnya sektor ini dipukul oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Namun meski terpengaruh, pihaknya mengaku belum akan melakukan langkah penyesuaian seperti yang dilakukan saat BBM naik.
"Beberapa perusahaan memang sudah mengambil langkah dengan memberikan diskon untuk mengangkat lagi transaksi. Tapi itu masih menjadi kebijakan masing-masing perusahaan bukan organisasi," tambah dia.
Untuk alternatif, kata Marsudi, perusahaan jasa pengiriman diharapkan bisa membidik segmen yang lebih aman dari dampak gejoak nilai tukar. Salah satunya yakni dengan menggenjot segmen coorporate.
Ketua Umum Asperindo M. Kadrial pada kesempatan yang sama menambahkan, melemahnya rupiah yang terjadi saat ini menjadi ancaman serius bagi jasa pengiriman.
"Untungnya ekspor-impor biasanya sudah kontrak untuk jangka panjang. Artinya, transaksi ekspor-impor sekarang ini, merupakan realisasi dari kontrak beberapa waktu lalu. Tapi jika kondisinya tidak segera pulih, jelas jasa pengiriman akan terkena imbasnya," kata dia.
Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah segera melakukan langkah konkrit untuk mengatasi krisis tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
G7 sepakat melepas hingga 100 juta barel minyak dari cadangan strategis selama empat bulan untuk menekan harga energi.
Proyek data center AI Rp3,5 triliun di Jatiluhur dihentikan sementara. KDM menyebut kelalaian konsultan terkait data perizinan.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.