Batu Mulia Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Senin, 09 Desember 2013 18:24 WIB
Batu Mulia Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Calon pembeli melihat koleksi batu mulia saat berlangsung pameran batu mulia Indonesia Gems Lover Expo 2013 di XT Square, Jl. Veteran, Jogja, Kamis (5/12). Pameran yang berlangsung hingga 8 Desember tersebut untuk mengakomodasi pecinta batu mulia dari berbagai daerah.

Harianjogja.com, JOGJA–Pameran batu mulia bertajuk Indonesia Gems Lover Expo 2013 yang digelar di XT Square, menjadi pameran pertama yang pernah digelar di Jogja. Pameran ini menjadi ajang berkumpul, baik pecinta kolektor batu mulia maupun pengusaha batu mulia. Sekaligus menjadi wadah penggerak industri kreatif di bisnis ini.

Batu mulia tidak hanya sekadar perhiasan pemanis tubuh semata. Tak hanya bernilai investasi yang tinggi, tetapi juga menjadi label status seseorang yang cukup prestisius.  “Tapi tren batu akik sekarang ini tidak semata-mata dikagumi para orang dewasa atau orangtua. Anak-anak muda pun mulai melirik berharganya batu mulia ini,” ujar Hasan Ansori, pemilik Gladak Batu Mulia saat mengikuti pameran tersebut Minggu (8/12).

Pameran yang digelar di Gedung Umar Kayam ini menghadirkan puluhan pedagang batu mulai, dari akik hingga permata. Batu-batu yang dipamerkan pun juga tak hanya berasal dari Nusantara, tetapi juga dari berbagai negara. Salah satunya di booth milik Hasan yang menghadirkan batu-batu mulia berkualitas tinggi dari berbagai negara.

“Kalau batu asal luar negeri peminatnya memang lebih ke orang dewasa. Anak-anak muda biasanya lebih tertarik dengan batu-batu mulia dalam negeri,” jelas Hasan.

Batuan mulia maupun batu akik dari Indonesia harganya cukup variatif. Bagi seorang penggemar batu, harga bukan menjadi masalah untuk bisa memiliki sebongkah kecil batu-batu ini. Tak heran bila harganya pun bisa mencapai ratusan juta rupiah, hanya untuk satu buah cincin atu liontin.

“Batu akik lokal, harganya bisa berkisar dari Rp500.000 sampai Rp1 juta ke atas. Tapi kalau batuan mulia dari luar negeri, blue safir asal Afrika misalnya bisa puluhan juta rupiah ke atas,” ungkap Hasan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online