3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto Karyawan toko memberi penjelasan kepada konsumen mengenai produk elektronik yang di jual di Candi Elektronik, Jl Yos Sudarso, Solo, Senin (6/8). Menjelang Lebaran, penjualan produk elektronik terutama TV LED / LCD meningkat hingga dua kali lipat.
Harianjogja.com, JOGJA-Tren televisi berlayar datar dengan teknologi Light Emitting Diode (LED) diprediksi masih menjadi primadona pasar. Tahun depan seiring dengan ramainya pesta demokrasi, Pemilu 2014, penjualan TV layar datar ini diprediksi akan mengalami lonjakan.
Branch Manager LG Electronics Indonesia Jogja Bambang Tri Budiarto mengatakan tahun depan diprediksi permintaan akan TV LED akan meningkat. “TV LED mungkin akan naik, karena bersamaan dengan adanya pemilu 2014, biasanya akan dibutuhkan untuk memantau hasil pungutan suara” ujar Bambang belum lama ini.
TV LED yang menghadirkan teknologi elektronik hemat energi ini memiliki kontribusi yang semakin besar. Bambang mengatakan produk TV layar datar ini bahkan cukup diminati pasar.
Tahun depan dengan ramainya pesta demokrasi, dipastikan akan memberikan kontribusi bagi penjualan produk elektronik, terutama TV LED.
“Tahun depan akan meningkat dengan adanya pemilu. Pertumbuhan penjualannya untuk semua produk juga diprediksi akan tumbuh sekitar 25 persen,” imbuh Bambang.
Direktur Utama A Takrib Jogja, Rohzy Guntoro menambahkan tahun depan uang beredar akan meningkat dengan adanya pemilu 2014. Kondisi ini akan membuat penjualan produk di semua industri akan turut terdongkrak. Tidak terkecuali produk-produk elektronik.
“Uang akan banyak beredar. Permintaan kebutuhan disemua lini produk akan meningkat. Tentunya kalau pemilunya kondusif, akan berpotensi baik di penjualan,” jelas Guntoro.
Sejak awal 2013, penjualan produk TV LED terus stabil meski pangsa pasarnya masih relatif kecil bila dibandingkan produk elektronik home appliance. Teknologi hemat energi dalam televisi ini dinilai dapat menghemat konsumsi listrik rumah tangga. Meski harganya relatif mahal, namun, produk televisi ini tidak pernah sepi peminat.
“Kontribusi TV LED memang masih relatif kecil, baru sekitar 10 persen. Tapi marketnya cukup besar, tidak hanya untuk kelas menengah atas sampai hi end saja. Di kelas lainnya pun TV ini memiliki segmen konsumen yang cukup luas,” papar Guntoro.
Tren televisi LED dengan tipe big inch juga cukup diminati di kalangan menengah atas. Bambang mengungkapkan karakter masyarakat Jogja yang konsumtif ternyata menunjukkan minat konsumen terhadap TV ukuran besar cukup tinggi di kota ini.
“Ternyata konsumen di Jogja ini justru lebih banyak yang melirik produk TV LED dengan ukuran yang besar. Potensi market TV big inch ternyata sangat besar,” papar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.