Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang yang ada di Pasar Beringharjo bagian timur mengaku penjualan sembako kurang promosi. Pasalnya, masih banyak orang yang hanya mengunjungi bagian penjualan busana saja ketimbang bahan kebutuhan pokok.
Salah satu pedagang minyak goreng dan telur, Murtini mengaku kini Pasar Beringharjo seperti berubah wujud. Pasar yang dulunya juga ramai pembeli kebutuhan pokok, kini berganti rama wisatawan saja. Untuk itu Pasar Beringharjo sisi timur yang menjajakan sembako biasanya ramai kini jadi sepi.
"Kalau dibandingkan lima tahun lalu, yang belanja di sini makin sedikit. Hanya mereka yang sudah kenal saja belanja di sini. Kebanyakan mereka yang membuka usaha kuliner," kata Murtini pada Harian Jogja belum lama ini.
Murtini mengatakan pada lima tahun lalu pengunjung Pasar Beringharjo merata. Wisatawan memang banyak datang di Beringharjo sisi tengah dan barat. Sedangkan orang yang ingin berbelanja di Beringharjo sisi tengah dan timur.
"Mungkin ini karena sisi timur kurang dipromosikan jadi calon pembeli tidak tau kalau sembako masih beroperasi. Untuk itu kami berharap, masyarakat Jogja masih punya minat untuk berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo," kata Murtini.
Selama ini Murtini mengatakan penjualan minyak goreng turun drastis. Jika lima tahun lalu bisa menjual ratusan liter minyak goreng curah tiap harinya, kini hanya mampu puluhan liter saja.
"Sekarang jelas makin sepi ketimbang dulu. Selain itu harga minyak goreng juga tidak menentu dan cenderung naik terus. Harapannya penjualan minyak goreng bisa ramai seperti dulu lagi," jelas Murtini.
Pedagang beras, Wartinah mengatakan hal senada. Pasalnya, kini Pasar Beringharjo sepertinya hanya berjualan baju saja. Masyarakat Jogja, sepertinya sudah malas untuk berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo.
"Ini mungkin karena makin banyak swalayan juga, jadi orang malas datang ke Pasar Beringharjo meskipun sudah tidak becek lagi. Kami berharap ada perbaikan kondisi Pasar Beringharjo agar bisa lebih menarik minat belanja ibu-ibu rumah tangga," kata Wartinah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.
Muktamar ke-35 NU menyepakati Rais Aam dan Ketum PBNU tidak boleh rangkap jabatan politik maupun publik tertentu.
Banjir bandang dan longsor di Nepal-China menewaskan 633 orang dan hampir 3.000 masih hilang. Pencarian korban terus dilakukan.
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.