AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Harian Jogja.com, JOGJA-Tidak hanya mengalami penurunan pengunjung atau wisatawan, industri kerajinan perak di Kotagede juga terganjal masalah regenerasi dan persaingan, perajin perak Kotagede
Perajin perak Agung Tri Prasetyo Kampung Basen, RT 12/ RW 04, Kotagede mengakui jika banyak toko kerajinan perak di Kotagede yang tutup. Menurut dia hal ini disebabkan perajin perak rata-rata berusia lanjut, sedangkan regenerasi belum dilakukan.
“Kalaupun ada, hanya satu dua keluarga saja anak yang meneruskan usaha orangtuanya. Masalah SDM ini menjadi salah satu persoalan juga akibat terus menurunnya penjualan kerajinan perak,” ujar Agung.
Agung berharap pemerintah melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan industri perak di Kotagede. Adapun cara yang dapat ditempuh disebutnya bervariasi, dari publikasi pemberian gift berupa perak Kotagede hingga melibatkan perajin perak dalam event-event tertentu.
Direktur Borobudur Silver, Selly Sagita menyatakan Jogja masih memiliki potensi ekspor. Terutama untuk tujuan Turki, India dan Malta. Namun diakuinya akhir-akhir ini produksi perak dari Jogja turun.
"Karena kompetitor seperti China, India dan Thailand mulai membuat perhiasan dari perak juga. Bahkan mereka menggunakan mesin untuk pembuatannya, jadi lebih rapi meskipun kreasinya monoton,” kata Selly.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.
Presiden Prabowo melepas 430 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.