MEA 2015 : Pasar Tradisional Terancam

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jum'at, 09 Mei 2014 15:27 WIB
MEA 2015 : Pasar Tradisional Terancam

Harianjogja.com, JOGJA—Penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang di Indonesia menyisakan sejumlah persoalan. Termasuk, kemungkinan pasar tradisional tutup menghadapi perdagangan bebas.

Dampak negatif dari penerapan AEC 2015, jelas Komisioner Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY, Dwi Priyono, belum digarap secara serius oleh pemerintah. Dalam konteks pasar modern misalnya, implementasi AEC 2015 dimungkinkan membuka kran menjamurnya pasar modern.

“Jika pertumbuhan pasar modern tinggi, maka secara bertahap jumlah pasar tradisional akan mengalami penurunan,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Kamis (8/5/2014) .

Ada sejumlah faktor yang memicu penurunan jumlah pasar tradisional karena kalah bersaing. Salah satunya masalah sumber daya manusia (SDM). Selain itu, harga jual produk di pasar-pasar tradisional jauh lebih mahal dibandingkan harga di toko-toko modern.

Masalah lain yang dihadapi adalah belum baiknya managemen pengelolaan pasar yang dilakukan selama ini. Hal itu terkait dengan sulitnya pedagang untuk berorganisasi.

“Selama ini, para pedagang di pasar-pasar tradisional lebih banyak tergantung pada pemerintah karena memang dikelola oleh pemerintah. Sementara, setiap pelaksanaan kegiatan pasar terbentur anggaran,” kata Dwi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online