PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Harianjogja.com, JOGJA—Penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang di Indonesia menyisakan sejumlah persoalan. Termasuk, kemungkinan pasar tradisional tutup menghadapi perdagangan bebas.
Dampak negatif dari penerapan AEC 2015, jelas Komisioner Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY, Dwi Priyono, belum digarap secara serius oleh pemerintah. Dalam konteks pasar modern misalnya, implementasi AEC 2015 dimungkinkan membuka kran menjamurnya pasar modern.
“Jika pertumbuhan pasar modern tinggi, maka secara bertahap jumlah pasar tradisional akan mengalami penurunan,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Kamis (8/5/2014) .
Ada sejumlah faktor yang memicu penurunan jumlah pasar tradisional karena kalah bersaing. Salah satunya masalah sumber daya manusia (SDM). Selain itu, harga jual produk di pasar-pasar tradisional jauh lebih mahal dibandingkan harga di toko-toko modern.
Masalah lain yang dihadapi adalah belum baiknya managemen pengelolaan pasar yang dilakukan selama ini. Hal itu terkait dengan sulitnya pedagang untuk berorganisasi.
“Selama ini, para pedagang di pasar-pasar tradisional lebih banyak tergantung pada pemerintah karena memang dikelola oleh pemerintah. Sementara, setiap pelaksanaan kegiatan pasar terbentur anggaran,” kata Dwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.
Presiden Prabowo melepas 430 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kampus Wates terus memperluas kolaborasi dalam berbagai bidang.