LEBARAN 2014 : Pengusaha Daging Sapi DIY Sepakat Tidak Naikkan Harga

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jum'at, 11 Juli 2014 11:20 WIB
LEBARAN 2014 : Pengusaha Daging Sapi DIY Sepakat Tidak Naikkan Harga

Harianjogja.com, BANTUL—Paguyuban Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS) Pleret Bantul memastikan tidak aka menaikkan harga daging sapi jelang Lebaran tahun ini. Harga daging sapi di pasaran diyakini tidak akan naik tinggi.

Ketua PPDSS Segoroyoso Pleret Bantul Ilham Akhmadi menyatakan, paguyuban telah menyepakati tidak akan menaikkan harga daging sapi tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya bila menjelang Lebaran.

Pasalnya, kata dia, sapi di DIY dan Jawa Tengah saat ini kemungkinan tidak akan dijual ke luar daerah seperti Jawa Barat dan sekitarnya yang biasanya mendatangkan sapi dari DIY-Jateng. Alhasil, pasokan sapi di DIY akan mencukupi.

“Karena saat ini di daerah seperti Jawa Barat dipenuhi daging dan sapi impor sehingga tidak mendatangkan sapi dari DIY-Jawa Tengah. Jadi pasokan sapi di DIY sebenarnya sangat tergantung dengan kondisi di daerah lain,” terang Ilham, Kamis (10/7/2014).

Selain alasan di atas, kini pedagang daging di pasar tradisional, menurut dia, harus bersaing dengan pedagang daging di supermarket atau pasar modern yang kini dibanjiri daging impor. Banyaknya ragam daging yang ditawarkan akan sangat mempengaruhi harga jual karena pilihan semakin bervariasi.

Keputusan tidak menaikkan harga daging tersebut terbilang jarang dilakukan. Tahun-tahun sebelumnya seperti pada 2012 dan 2013, PPDSS rutin menaikkan harga daging hingga dua kali. Yaitu pada pertengahan puasa dan saat H-1 Lebaran.

“Sebenarnya pernah juga dulu tidak menaikkan harga tapi sudah lama, kebanyakan menaikkan harga. Namun pernah juga pada 2007 dan 2008 kami menurunkan harga tergantung kondisi pasokan sapi dan daging,” paparnya.

Kebijakan PPDSS tersebut bakal berimbas pada harga di pasaran. Sebab, menurut Ilham, kondisi daging di pasaran DIY saat ini sedikit banyak bergantung pada kebijakan PPDSS yang beranggotakan penyuplai dan penjagal sapi serta sebagian pedagang sapi di pasaran.

Saat PPDSS menaikkan harga daging, maka harga di pasaran otomatis akan naik. Namun bila tidak ada kenaikkan harga maka harga di pasaran dapat stabil.

Meskipun nanti terjadi kenaikkan harga menurutnya lebih karena faktor psikologi pedagang karena dipicu meningkatnya permintaan daging terutama saat H-1 Lebaran. Namun kenaikkan harga tersebut diyakini tidak akan tinggi.

“Kalau hukum pasar kan kami tidak dapat mengontrol, kalau permintaan naik pasti harga juga naik, tapi kemungkinan tidak akan tinggi. Paling hanya naik Rp5.000 per kilogram karena harga daging dari paguyuban atau pemasoknya tidak naik,” ungkapnya lagi.

Saat ini harga daging di tingkat konsumen mencapai Rp100.000 per kilogram dan harga tulang sebesar Rp15.000-Rp20.000 per kilogram. Sementara harga karkas yaitu tulang dan daging kini mencapai Rp73.000-Rp75.000 per kilogram.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis