Borneo FC Mengamuk 7-1 Atas Malut United, Persib Tetap Juara
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Petugas memperkenalkan produk Bright gas dalam kemasan tabung 12 Kg di atrium Solo Square, Jumat (7/3). Bright gas 12 Kg dijual dengan harga Rp 450.000,- untuk tabung baru dan Rp 115.000,0 untuk refil sedangkan para konsumen gas elpiji yang ingin beralih ke Bright gas dapat menukarkan tabung biru secara gratis
Harianjogja.com, JOGJA- Pengguna Bright Gas Pertamina untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY hingga kini mencapai 12.000 orang. Penjualan Bright Gas diharapkan mencapai total 850.000 tabung hingga akhir 2014 ini. Kendati demikian, sosialisasi yang kurang mengakibatkan pengguna kembali menggunakan tabung gas 12 kg.
"Jumlah pengguna Bright Gas saat ini sudah mencapai sekitar 12.000 orang. Mereka tercatat membeli Bright Gas melalui agen-agen dan outlet resmi pertamina," kata Humas Pertamina Regional Jateng-DIY Robert Marchelino Verieza kepada Harianjogja.com, Kamis (10/7/2014).
Teknologi DSVS dalam produk ini disebutnya juga memungkinkan penggunaan LPG memasak lebih hemat hingga 5%. Segmentasi Bright Gas diharapkan dapat menarik minat kelas menengah ke atas. Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan kelas menengah ke bawah dan UMKM juga menggunakan Bright Gas. Tahun ini, Pertamina menargetkan dapat mencapai penjualan hingga 850.000 tabung untuk wilayah Jateng dan DIY.
Meski begitu, penjualan Bright Gas baik di tingkat pangkalan maupun agen tampaknya masih belum memuaskan. Pasalnya, selain sosialisasi yang kurang selisih harga dengan tabung gas 12 kg menjadi masalahnya. Pegawai UD Wina Putra Jaya Pangkalan Gas Pertamina Ari Fatkhan mengatakan sejak dilaunching hingga Juli ini terdapat 10 pelanggan tetap Bright Gas dan pembelian total tiap bulan 290 tabung di tempatnya.
"Awalnya memang banyak yang beli. Tapi sejak harga gas 12kg lama diturunkan lagi, dari Rp115.000 ke Rp94.000, banyak yang meninggalkan Bright Gas dan kembali ke tabung 12kg yang lama," tandasnya.
Adapun, lanjut Ari, dari segi kualitas penggunaan produk baru pertamina itu dinilai lebih hemat 5% dan memiliki safety yang tinggi. Pasalnya, tabung gas tersebut memiliki karet pelindung benturan dan katup ganda,
"Saya sendiri menggunakan. Kalau tabung gas 12kg yang lama hanya bisaa satu bulan, Bright Gas bisa 1,5 bulan atau 40 hari," ujar pengelola Agen Pertamina PT Wina Wira Usaha Jaya Hilwi Restiani.
Belum banyaknya penjualan Bright Gas, kata dia, disebabkan kurang sosialisasi langsung ke masyarakat. Sementara produk baru memerlukan sosialisasi yang lebih massif.
"Sebagai produk baru, perlu sosialisasi yang massif. Sebab, banyak masyarakat yang belum memahami kulitas dan manfaatnya. Sampai saat ini, penjualan Bright Gas di tempat kami sekitar 290 tabung perbulan," tukas Hilwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.